APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Mudah Menular, Waspadai Virus Penyebab ISPA
PDPI Sumatera Utara, 21 Des 2017 15:11:18

Mudah Menular, Waspadai Virus Penyebab ISPA

ISPA sesak nafas
republika.co.id


Suhu bumi dan kelembapan, polusi udara dalam ruangan, serta polusi luar ruangan menjadi faktor yang meningkatkan risiko seseorang terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Menurut dr Yuni Ramadhani, ISPA menyebabkan fungsi pernapasan terganggu. Jika tidak segera ditangani, infeksi tersebut dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan dan menyebabkan tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Sehingga bisa berakibat fatal, bahkan sampai berujung pada kematian.

ISPA sangat mudah menular, dan bisa menimpa semua kelompok usia. Tapi, orang yang memiliki kelainan sistem kekebalan tubuh, lanjut usia, serta anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sepenuhnya, lebih berisiko dan mudah terserang penyakit tersebut, ujar dokter dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bantuas Samarinda itu.

Perempuan berjilbab tersebut mengatakan, infeksi itu umumnya disebabkan virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernapasan), dan paru-paru. Penyebaran virus bisa terjadi saat Anda menghirup udara yang mengandung virus atau bakteri, yang dikeluarkan pasien ketika bersin dan batuk.

Virus atau bakteri juga bisa menempel di permukaan benda atau barang di sekitar Anda. Ketika tersentuh tangan, kemudian Anda makan atau mengusap hidung dan mulut, bakteri bisa berpindah. Ini disebut sebagai penularan secara tidak langsung. Untuk menghindari penyebaran virus atau bakteri tersebut, sebaiknya Anda selalu mencuci tangan. Apalagi setelah beraktivitas di tempat umum, jelas alumnus Universitas Mulawarman (Unmul) tersebut.

Baca juga : Infeksi Paru Bisa Mematikan! Yuk, Ketahui Gejalanya

ISPA, sambung Yuni, menimbulkan beberapa gejala sebagai respons terhadap racun yang dikeluarkan virus atau bakteri dan menempel di saluran pernapasan. Di antaranya, sering bersin, hidung tersumbat dan berair, batuk, serta tenggorokan sakit. Saat infeksi bertambah parah, gejala yang dirasakan pasien juga akan bertambah berat.

Anda akan sering pusing, sulit bernapas, demam tinggi dan menggigil, tingkat oksigen dalam darah rendah, kesadaran menurun, bahkan pingsan. Tentunya harus segera diperiksa, bahkan sebelum gejala bertambah berat. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan kematian, tegas dia.

Diagnosis ISPA, menurut Yuni, umumnya ditegakkan melalui anamnesa atau wawancara seputar riwayat penyakit dan gejala. Kemudian dilanjut pemeriksaan fisik, dengan mendengar suara napas untuk memastikan ada penumpukan cairan atau peradangan di paru-paru. Selain itu, hidung dan tenggorokan juga akan diperiksa.

Mengambil sampel dahak dan jika diperlukan, ada pemeriksaan laboratorium dan prosedur pulse oxymetry. Pemeriksaan tersebut untuk memeriksa seberapa banyak oksigen yang masuk ke paru-paru. Biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami kesulitan bernapas. Selain itu masih ada beberapa pemeriksaan lainnya yang diperlukan, sesuai dengan kondisi pasien, pungkas ibu dua anak tersebut.


Sumber Berita : http://kaltim.prokal.co/read/...
Sumber Gambar : http://static.republika.co.id/uploads/...
kaltim.prokal.co, 21 Desember 2017
MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018