APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Benarkah Flu Bisa Menyebabkan Kematian? Simak Jawabannya
PP-PDPI, 04 Apr 2018 15:22:29

Dalam kasus yang lebih parah, ada beberapa kasus kesehatan, bahkan orang bisa meninggal karena flu. Benarkah flu bisa menyebabkan kematian?

Dalam keterangan tertulis hellosehat.com, flu atau influenza adalah infeksi virus pada pernapasan. Influenza datang secara tiba-tiba, berlangsung selama 7 sampai 10 hari dan biasanya hilang begitu saja.

Flu hanyalah menjadi gejala awal dari adanya komplikasi penyakit pernapasan yang bisa menjadi fatal akibatnya.

Namun, bagi orang tua, balita, dan orang dengan imunitas yang lemah, flu bisa memicu kondisi yang lebih parah bahkan mengakibatkan kematian akibat komplikasi. Tipe lain dari flu adalah flu babi (HIN1), flu burung (H5N1, H7N9), dan lain-lain.

Setiap tahun terdapat 10 persen hingga 15 persen kasus flu, memengaruhi 250 ribu-500 ribu orang. Jenis baru dari influenza A/H1N1 menyebabkan wabah pada Juni 2009. Kebanyakan orang terjangkit flu pada musim hujan dan menjelang pergantian musim.

Pneumonia juga menjadi penyebab orang meninggal karena flu. Seperti dilansir dari Sidney Morning Herald, menurut profesor Dominic Dwyer, dokter virologi dan penyakit menular di Westmead Hospital, kebanyakan orang yang meninggal akibat flu sebetulnya tidak terbunuh oleh infeksi influenza itu sendiri.

Flu hanyalah menjadi gejala awal dari adanya komplikasi penyakit pernapasan yang bisa menjadi fatal akibatnya. Namun, komplikasi flu yang bisa menyebabkan kematian sering kali disebabkan oleh pneumonia.


Baca juga : Bukan Hanya Paru-Paru, Tuberkulosis Juga Serang Organ Tubuh Lain


Bakteri Staphylococcus dan pneumococcus yang lewat di tenggorokan dan hidung dapat menembus lapisan mukosa saluran pernapasan yang rusak setelah seseorang terkena flu. Kerusakan akibat flu ini bisa menjadikan ‘gerbang’ bagi bakteri atau virus ganas lainnya untuk masuk ke paru-paru atau aliran darah. Sehingga, membuat tubuh terkena infeksi berbahaya.

Paru-paru yang rusak akibat flu juga bisa membuat tubuh seseorang jadi rentan terhadap infeksi bakteri. Profesor Dwyer juga menyatakan bahwa bakteri bisa tumbuh dan berdiam di dalam paru, yang biasanya akan bermukim di bagian lobis atau bahkan kedua paru-paru.

Flu juga bisa membuat kondisi kesehatan organ tubuh lain jadi lebih buruk, tidak hanya paru-paru. Kondisi ini meliputi penyakit jantung, ginjal, dan hati. Ini terutama lebih berisiko untuk terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan imun yang lemah, anak-anak, dan orang yang berusia lanjut lebih rentan kena flu dan mengalami komplikasi.

Pencegahan flu atau influenza bisa dilakukan dengan vaksin. Vaksin yang melindungi tubuh kita dari influenza. Berhubung perkembangan virus influenza sangat cepat, biasanya versi baru vaksin ini akan muncul dua kali dalam setahun, dengan efektivitas yang bervariasi. Kebanyakan vaksin influenza memberikan perlindungan sedang hingga tinggi terhadap influenza.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasi hampir semua orang di atas 6 bulan untuk mendapatkan vaksin flu setiap tahunnya. Terutama untuk wanita hamil, balita, orang-orang dengan kondisi penyakit lain, dan pekerja layanan kesehatan.

Selain suntik flu, seseorang juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara makan dengan gizi seimbang, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup.