APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Ayo Mengenal Apa Itu bronkopneumonia
PDPI Surakarta, 29 Nov 2018 09:49:01

Apa itu penyakit bronkopneumonia?

Bronchopneumonia atau bronkopneumonia adalah jenis pneumonia yang memengaruhi bronkus dan alveolus. Bronkus adalah saluran udara yang memastikan udara masuk dengan baik dari trakea ke alveolus. Sementara itu, alveolus adalah kantong udara kecil yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Bronkopneumonia ditandai dengan peradangan yang menyerang saluran udara. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami penyakit ini dapat merasa sulit bernapas lega atau sesak napas karena paru-paru mereka tidak mendapatkan suplai udara yang cukup.

Seberapa umum penyakit bronchopneumonia?

Bronkopneumonia adalah jenis pneumonia yang paling umum terjadi pada anak-anak. Penyakit ini bahkan menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak akibat infeksi pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun.

Anda bisa mengendalikan gejala bronkopneumonia dengan mengurangi faktor risiko penyebabnya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala bronchopneumonia?

Gejala bronchopneumonia dapat bervariasi, tergantung tingkat keparahan gejalanya dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Beberapa tanda dan gejala bronkopneumonia adalah:

  • Demam
  • Batuk berdahak
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Sesak napas
  • Nyeri atau sakit di daerah dada ketika batuk atau bernapas dalam-dalam
  • Berkeringat berlebihan
  • Napas cepat atau memburu

Biasanya gejala bronkopneumonia cenderung lebih serius pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti bayi, lansia, penderita HIV/AIDS, atau kanker.

Gejala bronkopneumonia pada anak-anak dan bayi berbeda dengan orang dewasa. Selain batuk dan demam, gejala bronkopneumonia pada anak adalah:

  • Denyut jantung cepat
  • Sering rewel tanpa sebab
  • Nafsu makan dan minum menurun drastis
  • Sulit tidur

Mungkin ada beberapa tanda dan gejala bronkopneumonia yang tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa memiliki salah satu gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter.

Ingat, tidak ada cara lain untuk menentukan jenis pneumonia apa yang Anda miliki tanpa melakukan pemeriksaan ke dokter.

Kapan harus pergi ke dokter?

Penyakit ini seringnya akan membahayakan kesehatan seluruh tubuh penderitanya bila sudah parah. Segera hubungi dokter apabila:

  • Anda mengalami salah satu atau lebih gejala bronkopneumonia yang sudah disebutkan di atas namun tidak memiliki riwayat penyakit pneumonia.
  • Anda memiliki riwayat penyakit pneumonia namun gejalanya tidak juga membaik meski sudah diberikan obat.

Jika Anda memiliki tanda atau gejala bronkopneumonia yang tercantum di atas atau hanya ingin sekadar bertanya tentang penyakit ini, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab bronchopneumonia?

Penyakit ini dapat disebabkan karena tubuh Anda terinfeksi virus, bakteri, atau jamur. Namun dalam banyak kasus, bronkopneumonia paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri penyebab bronkopneumonia masuk ke dalam paru-paru melalui udara atau darah.

Bakteri-bakteri yang paling sering menyebabkan penyakit bonkopneumonia adalah:

  • Staphylococcus aureus
  • Haemophilus influenza
  • Pseudomonas aeruginosa
  • Escherichia coli
  • Klebsiella pneumoniae
  • Spesies Proteus

Faktor Risiko

Apa saja faktro risiko penyakit bronchopneumonia?

Semua orang dapat terkena penyakit ini. Namun, ada dua kelompok usia yang memiliki risiko paling tinggi:

  • Bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun, karena sistem imunnya masih dalam tahap perkembangan
  • Orang dewasa yang berusia di atas 65 tahun

Faktor risiko lainnya dari penyakit bronchopneumonia adalah:

  • Merokok memengaruhi fungsi paru-paru dan merusak sistem imun tubuh
  • Kebiasaan minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan
  • Memiliki riwayat penyakit kronis seperti asma, penyakit obstruktif paru paru kronis (PPOK), dan penyakit jantung.
  • Memiliki sistem imun lemah karena HIV/AIDS, transplantasi organ, kemoterapi kanker, atau penggunaan steroid dalam jangka waktu yang lama

Mungkin ada beberapa faktor risiko penyebab bronkopneumonia yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda mengkhawatirkan faktor risiko penyebab lainnya, silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Komplikasi

Apa saja komplikasi penyakit bronchopneumonia?

Bronkopneumonia adalah penyakit yang memengaruhi sistem pernapasan. Oleh sebab itu, jika tidak diobati atau terlanjur parah, penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian. Komplikasi penyakit ini lebih rentan dialami anak kecil, lansia, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah karena perawatan atau kondisi medis tertentu.

Berikut beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit bronchopneumonia adalah:

  • Infeksi aliran darah atau sepsis
  • Abses paru
  • Penumpukan cairan di sekitar paru-paru, yang dikenal sebagai efusi pleura
  • Gagal napas
  • Gagal ginjal
  • Gagal jantung, serangan jantung, dan ritme jantung yang tidak normal

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit bronchopneumonia?

Sama seperti penyakit pada umumnya, dokter pertamanya akan melakukan pemeriksaan fisik dasar dan mengulas riwayat kesehatan Anda. Apabila Anda dicurigai mengalami gejala bronkopneumonia, maka dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang lainnya untuk memastikan diagnosis.

Berikut beberapa tes yang umum dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit bronkopneumonia adalah:

  • Rontgen dada. Dengan menggunakan sinar X, dokter dapat melihat bagian paru-paru yang terkena penyakit pneumonia.
  • Tes darah. pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui tipe virus atau bakteri yang menyebabkan paru-paru basah ini terjadi.
  • Tes dahak. Jika benar Anda mengalami paru-paru basah, maka virus atau bakteri yang menyebabkan gangguan kesehatan ini akan terlihat pada dahak.
  • Pemeriksaan kadar oksigen darah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak oksigen yang ada di dalam darah Anda. Pasalnya, penyakit ini dapat menyebabkan oksigen tidak bisa masuk ke dalam aliran darah.

Selain pemeriksaan di atas, dokter mungkin juga akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan berikut:

  • CT scan. Bila penyakit infeksi paru yang Anda derita tak kunjung sembuh, maka dokter akan meminta Anda untuk melakukan ct scan agar dapat dilihat kondisi paru Anda saat itu.
  • Kultur cairan paru. Pemeriksaan ini mengharuskan dokter mengambil cairan di dalam paru dan kemudian diperiksa kandungannya. Pemeriksaan ini membantu dokter untuk menetukan tipe infeksi yang terjadi.

Bagaimana cara mengobati penyakit bronchopneumonia?

Pengobatan bronkopneumonia disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan penyakit, usia, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit tertentu biasanya dapat sembuh dalam rentang waktu 1 hingga 3 minggu.

Dalam kasus yang ringan, penyakit ini dapat membaik hanya dengan teratur minum obat dan istirahat di rumah. Namun dalam kasus yang parah, pasien mungkin memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Jika radang paru Anda disebabkan karena infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri berbahaya di paru-paru. Antibiotik tidak berfungsi untuk infeksi virus.

Oleh sebab itu, jika radang paru Anda disebabkan oleh infeksi virus, dokter biasanya akan meresepkan obat antivirus. Sementara untuk radang paru yang disebabkan jamur, maka dokter akan meresepkan obat antijamur.

Pastikan Anda minum obat antibiotik, antivirus, dan antijamur sesuai dengan yang diresepkan dokter. Jangan mengurangi atau menambahkan dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Selain minum obat, beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat proses pemulihan penyakit bronkopneumonia adalah:

  • Hindari melakukan aktivitas berat untuk sementara waktu
  • Minum banyak cairan untuk membantu mengencerkan lendir dan mengurangi rasa tidak nyaman saat batuk
  • Pakai masker apabila ingin bepergian atau berinteraksi dengan orang lain agar tidak menularkan infeksi
  • Hindari rokok dan minum alkohol
  • Perhatikan asupan makanan Anda

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit bronchopneumonia?

Dalam banyak kasus, infeksi ini sebenarnya dapat dicegah. Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan agar tak terkena penyakit bronchopneumonia adalah dengan pemberian vaksin serta menghindari berbagai faktor risiko dari penyakit ini.

Beberapa cara paling umum untuk mencegah penyakit bronkopneumonia adalah:

  • Vaksinasi. Vaksin dianggap sebagai cara yang cukup ampuh untuk menghindari infeksi paru. biasanya, ada vaksin yang memang khusus pneumonia dan ada vaksin untuk menangkal flu (karena infeksi sering terjadi setelah flu). untuk mengetahui mana yang tepat untuk Anda dapatkan, sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter Anda.
  • Pastikan kalau anak-anak juga mendapatkan vaksin. Bronkopneumonia pada anak juga dapat dicegah dengan cara vaksin. Biasanya vaksin yang diberikan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun dengan anak yang berusia 2-5 tahun berbeda. Mengingat bronkopneumonia pada anak cukup berbahaya, sebaiknya segera berikan vaksin pada si kecil dan diskusikan hal ini pada dokter anak Anda.
  • Menerapkan pola hidup yang bersih. Bronchopneumonia adalah penyakit infeksi, maka untuk mengurangi risiko, Anda harus menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan. Sering-sering lah untuk mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir agar bakteri dan virus tak menempel di permukaan kulit.
  • Jauhi rokok. Kebiasaan ini hanya akan membuat saluran pernapasan Anda terinfeksi, termasuk organ paru.
  • Menjalani pola hidup yang sehat. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan Anda secara menyeluruh. Selain itu, dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga rutin, Anda akan memiliki sistem kekebalan yang kuat dan mampu menangkal berbagai zat asing masuk ke dalam tubuh.
MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018