APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Waspada! Debu Kayu Picu Kanker Paru-Paru
PDPI Sumatera Utara, 04 Des 2018 10:20:25

Bagi mereka yang bekerja sebagai seniman pahat, pekerja konstruksi bangunan, bekerja di workshop atau pabrik furnitur, sering kali paparan debu kayu dari hasil proses pemotongan, penghalusan, pengukiran, atau penyerutan dianggap sesuatu yang biasa. Meski tak semua berbahaya bagi kesehatan, tapi debu kayu bisa menjadi ancaman bagi pekerja yang setiap harinya terpapar debu kayu yang punya kandungan bahan toksik. Apakah kanker paru merupakan salah satu ancamannya?

Debu kayu dibagi menjadi dua jenis: softwood dan hardwoodHardwood adalah kayu dari pohon yang sudah kehilangan daun-daunnya (seperti pada musim gugur), dengan karakter kayu yang lunak. Softwood merupakan pohon konifera, yang terus hijau sepanjang tahun (biasanya pohon berbentuk kerucut).

Risiko terbesar sebenarnya berasal dari debu kayu yang halus. Debu halus yang terhirup bisa masuk dan merusak paru-paru Anda.

Kaitan antara debu kayu dan kanker paru

Dilansir dari laman Very Well Health, saat ini diduga bahwa pekerjaan yang terpapar bahan kimia dan zat lainnya bertanggung jawab atas 27 persen kanker paru pada pria.

Menurut regulasi dari Control of Substances hazardous to Health (COSHH) Inggris, nilai batas paparan debu kayu (hardwood dan softwood) tidak boleh melampaui 5mg/m3. Inilah nilai batas maksimal debu kayu yang berada di tempat kerja dalam waktu 8 jam atau satu hari kerja. Baik hardwood maupun softwood digolongkan sebagai bahan karsinogenik dan dianggap sebagai pencetus kanker. Oleh karena itu, paparan debu kayu di area kerja harus dalam batas aman dan tidak melebihi batas maksimalnya.

Ada banyak studi yang berusaha meneliti kaitan antara debu kayu dan kanker. Ada sebuah kajian tahun 2015 yang melihat 70 studi yang menemukan bahwa debu kayu berkaitan dengan kanker kepala dan leher (nasal adenocarsinoma). Meski demikian, ditemukan juga bukti moderat bahwa debu kayu juga bisa sebabkan kanker paru.

Kajian berbeda di tahun yang sama melihat sepuluh studi yang meneliti secara langsung paparan debu kayu dan kanker paru—terdapat peningkatan signifikan risiko kanker akibat debu kayu. Mereka yang terekspos debu kayu lebih mungkin terkena kanker paru hingga 20 persen. Meski demikian, risiko kanker paru ditemukan sedikit berkurang di negara-negara Nordik yang terekspos debu kayu jenis softwood. Kesimpulannya, ada bukti kuat hubungan antara debu kayu dan kanker paru, tapi ini mungkin tergantung pada lokasi dan tipe debu kayu.

Pencegahan kanker paru bagi pekerja yang banyak terekspos debu kayu

Studi lainnya di Kanada menemukan risiko kanker paru yang berhubungan dengan paparan debu kayu ada di kisaran 40 persen lebih tinggi dibanding orang-orang yang tidak terpapar debu kayu. Jenis pekerjaan yang dikaitkan dengan eksposur ini adalah pekerja konstruksi, pekerja kayu, dan produsen furnitur. Poin penting studi ini, meski diperlukan jangka waktu lama dan terus-menerus bagi ekspos paparan substansial hingga akhirnya bisa meningkatkan risiko kanker paru, tapi risiko ini kecil pada orang-orang yang tidak terpapar setiap hari. Contohnya mereka yang mengukir atau memahat kayu hanya sebagai hobi.

Meskipun secara statistik angka kematian kanker paru bikin khawatir, tapi ada berbagai cara yang bisa dilakukan supaya Anda terhindari dari penyakit ini. Pada pekerja yang terekspos debu kayu, ada beberapa langkah pencegahan yang perlu dilakukan, seperti:

  • Peningkatan kesadaran akan kesehatan, terutama di lingkungan kerja
  • Menggunakan perlengkapan perlindungan khusus
  • Diagnosis dini dan terapi segera
  • Pembatasan kecacatan atau ketidakmampuan
  • Rehabilitasi

Sedangkan cara-cara lainnya adalah dengan:

  • Menjauhi rokok dan alkohol
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Meminimalkan paparan racun
  • Mengelola gula darah dengan baik
  • Mengonsumsi serat secara cukup
  • Cukup tidur dan menghindari diri dari stres
  • Memenuhi kebutuhan vitamin D
  • Konsumsi teh hijau yang terbukti bersifat antikanker

Terdapatnya risiko berbagai penyakit - misalnya kanker paru - di lingkungan kerja, harus semakin memotivasi Anda untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat. Jika Anda bekerja pada lingkungan yang terpapar debu, misalnya debu kayu atau bahan-bahan lainnya yang mengandung toksik, pakailah pelindung khusus. Percayalah, tindakan pencegahan akan jauh lebih baik jika Anda lakukan sejak dini. Namun jika Anda merasakan adanya gejala penyakit, segera periksakan diri ke dokter agar segera ditangani.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018