APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Kenali Penyakit Asidosis Respiratorik yang Menyerang Paru-Paru
PDPI Surakarta, 07 Feb 2019 09:39:57

Asidosis respiratorik atau dapat juga disebut asidosis karbon dioksida atau hiperkapnia asidosis ialah penyakit paru-paru yang terjadi akibat kelebihan karbon dioksida dalam tubuh. Hal ini disebabkan paru-paru dalam tubuh si pengidap tidak mampu mengeluarkan semua karbon dioksida akibat kondisi medis tertentu. Akibat kadar karbon dioksida ini melonjak, pH darah dan cairan tubuh lainnya akan menurun hingga terlalu asam. Seperti yang dikutip Healthline, asidosis respiratorik ini terjadi saat pH darah turun di bawah 7,35, yakni di bawah batas normal yang seharusnya berada pada rentang 7,35 sampai 7,45.

Penyebab & Jenisnya

Kondisi semacam ini bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah penyakit pernapasan seperti asma, pneumonia, atau obesitas, sehingga menyulitkan proses pernapasan, kelainan pada sistem saraf tubuh, apnea tidur, kebiasaan mengonsumsi alkohol bersama obat-obatan sedatif yang melebihi dosis, depresi pusat pernapasan, atau akibat tindakan sederhana seperti menahan napas. Nah, berdasarkan jenisnya, asidosis respiratorik ini terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Akut

Asidosis ini terjadi secara tiba-tiba pada sistem pernapasan, sehingga masuk ke dalam kondisi darurat yang harus segera kamu tangani agar kondisi tidak semakin memburuk.

  1. Kronis

Berbeda dengan kondisi akut, kondisi kronis umumnya terjadi secara perlahan dan tidak menunjukan gejala bahkan tubuh cenderung beradaptasi terhadap tingkat keasaman yang semakin meningkat. Contohnya ialah ginjal yang akan lebih banyak menghasilkan zat bikarbonat untuk menjaga keseimbangan kadar pH tubuh si penderita. Namun apabila tidak segera ditangani, kondisi ini akan semakin memburuk dan bahkan berkembang menjadi asidosis respiratorik akut jika dipicu oleh kesehatan tertentu, seperti penyakit obstruktif kronik.

Gejala Penyakit

Gejala dan tingkat keparahan pasien yang menderita asidosis respiratorik akan berbeda-beda sesuai kondisi yang dialami. Akan tetapi, berikut ini ialah gejala yang biasa dialami:

  • Mudah lelah dan mengantuk.
  • Sakit Kepala.
  • Perasaan linglung.
  • Pusing.
  • Merasa gelisah.
  • Napas yang semakin pendek.
  • Penglihatan buram.

Gejala lainnya seperti lesu, mengigau, hingga koma dapat juga terjadi jika kondisi ini tidak segera diberikan penanganan yang tepat. Untuk pasien pengidap asidosis respiratorik kronis, gejala tidak akan selalu dirasakan, tetapi tanda-tanda seperti kehilangan ingatan, gangguan tidur, dan perubahan perilaku dapat terjadi.

Selain dapat dicurigai melalui gejala yang tadi disebutkan, dokter pun dapat meminta pasien untuk mengikuti beberapa tahap pemeriksaan fisik untuk memastikan kecurigaan tersebut. Tes yang harus dilakukan antara lain:

  • Tes Darah: Jenis tes darah yang dilakukan ditujukan untuk mengetahui seberapa baik fungsi ginjal dan mengukur kadar asam (pH, kalsium, protein, gula, dan elektrolit dalam darah.
  • Tes Pemindaian: Dilakukan melalui foto Rontgen dada dan tes fungsi paru.
  • Tes Urine: Untuk mengetahui tingkat keasaman yang tubuh buang melalui urine.

Pengobatan

Pengobatan penyakit paru-paru seperti asidosis respiratorik akan disesuaikan oleh dokter dan biasanya penanganan tersebut dilakukan di rumah sakit. Dokter biasanya akan memberikan obat diuretik untuk mengurangi penimbunan cairan pada paru-paru dan jantung. Selain itu dokter juga bisa memasangkan alat Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) sebagai alat bantu pernapasan bagi penderita yang mengalami kelemahan otot organ pernapasan. Sementara, apabila kondisi pasien cukup parah, pasien akan dipasangkan ventilator mekanis untuk membantu pernapasannya.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018