APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Empiema Adalah Penumpukan Nanah di Paru-Paru, Berbahayakah?
PDPI Malang, 09 Sep 2019 19:07:36

Ketika paru-paru mengalami infeksi pneumonia, ada risiko yang mungkin mengikuti, yaitu empiema. Disebut juga pyothorax, empiema adalah kondisi yang terjadi ketika ada tumpukan nanah di ruang pleura (ruang antara paru-paru dan permukaan bagian dalam dinding dada).

Sebenarnya ruang pleura adalah ruang yang membantu paru-paru mengembang saat bernapas. Memang sewajarnya ada sedikit cairan di ruang pleura. Namun menjadi masalah ketika terlalu banyak tumpukan cairan di area tersebut dan berakibat paru-paru tidak dapat mengembang secara sempurna.

Berbeda dengan dahak yang bisa dikeluarkan dengan mudah, nanah pada penderita empiema harus dikeluarkan dengan cara operasi.

Gejala empiema

Seperti disebutkan di atas, empiema biasanya terjadi setelah seseorang mengalami pneumonia. Bisa jadi, pneumonia yang tak kunjung sembuh dalam waktu lama adalah gejala terjadinya empiema.

Beberapa gejala lainnya di antaranya:

  • Demam
  • Nyeri dada
  • Dahak mengandung nanah
  • Bunyi berderak di dada
  • Sulit bernapas
  • Hilang nafsu makan
  • Batuk kering
  • Keringat berlebih
  • Merasa bingung dan susah berkonsentrasi
  • Bunyi pekak saat dada ditepuk (biasanya diketahui ketika dilakukan pemeriksaan oleh dokter)

Bahkan ketika melakukan pemeriksaan X-ray, akan terlihat penumpukan cairan berlebih di paru-paru. 

Tahapan empiema

Empiema adalah penyakit yang berisiko memburuk jika tidak kunjung diobati. Mulai dari yang masih sederhana hingga komplikasi.

Ada 3 tahapan empiema yaitu:

  • Tahap 1 (exudative phase)

Pada tahap pertama ini, biasanya disebut empiema sederhana. Ini terjadi ketika kelebihan cairan mulai menumpuk di ruang pleura. Cairan tersebut terinfeksi dan mungkin saja mengandung nanah.

  • Tahap 2 (fibrinopurulent phase)

Tahap berikutnya, empiema jadi lebih kompleks. Cairan di ruang pleura semakin tebal dan membentuk kantung tersendiri.

  • Tahap 3 (organizing phase)

Tahap terakhir terjadi ketika cairan yang terinfeksi tadi perlahan melukai lapisan dalam yang menghubungkan ruang pleura dan paru-paru. Akibatnya, penderitanya akan sulit bernapas karena paru-paru tak bisa mengembang sempurna.

Mengenal faktor risiko empiema

Pernah mengalami pneumonia masih jadi faktor risiko paling dominan yang menyebabkan seseorang menderita empiema. Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain, di antaranya:

  • Usia di atas 70 tahun
  • Pernah menjalani operasi di bagian dada
  • Penderita diabetes
  • Penderita penyakit jantung
  • Penggunaan infus dalam jangka panjang
  • Alkoholik
  • Sistem kekebalan tubuh lemah
  • Trauma atau luka serius pada dada
  • Penderita penyakit paru-paru lainnya (PPOK, TBC)

Bagaimana mengeluarkan nanah empiema?

Satu hal yang menjadi ciri khas empeima adalah penumpukan cairan yang terinfeksi bakteri atau nanah. Masalahnya, nanah ini tidak bisa dikeluarkan semudah mengeluarkan dahak pada orang batuk.

Biasanya, yang dilakukan pertama oleh dokter untuk mengetahui diagnosis secara pasti adalah melakukan X-ray atau CT scan. Dengan cara ini, dokter bisa mengetahui dengan pasti apakah ada kantung cairan di ruang pleura, termasuk menentukan ada di tahap mana empiema terjadi.

Beberapa cara untuk mengatasi empiema di antaranya:

  • Antibiotik

Penderita empiema harus mengetahui jenis antibiotik yang tepat untuk melawan bakteri penyebab empiema. Biasanya, efektivitasnya baru terlihat setelah satu bulan.

  • Mengeringkan nanah

Mengeringkan nanah sangat penting untuk mencegah empiema di tahap 1 berkembang menjadi lebih parah. Untuk mengosongkannya, dokter akan melakukan torakosentesis.

Akan ada jarum yang dimasukkan ke rongga dada untuk mengeringkan cairan di ruang pleura. 

Pada tahap yang lebih lanjut, sebuah selang drainase yang disambungkan ke sebuah suction akan digunakan untuk mengeluarkan nanah dari rongga pleura. 

  • Operasi

Pada kasus empiema yang lebih kompleks, langkah yang perlu diambil adalah operasi. Operasi yang disebut decortication akan mengangkat kantung nanah sehingga paru-paru bisa mengembang sempurna.

Selain operasi dengan membuka dada yang memerlukan waktu pemulihan lebih lama, ada operasi video-assisted thoracotomy (VATS). Prosedur ini lebih tidak nyeri dan pemulihannya cenderung lebih cepat.

  • Terapi fibrinolitik

Metode yang juga bisa digunakan untuk mengatasi empiema adalah terapi fibrinolitik. Terapi ini membantu mengeringkan nanah dan cairan di ruang pleura. 

Semakin awal seseorang mengetahui ada empiema pada paru-paru mereka, akan semakin besar kemungkinan penyembuhannya. Pada banyak kasus, metode penyembuhan seperti di atas akan lebih efektif bagi penderita empiema yang mengetahui diagnosis kurang dari 4 pekan.

Kabar baiknya, empiema bukan jenis penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan di paru-paru pada jangka panjang. Apabila cairan di ruang pleura telah kering, maka penderitanya bisa dinyatakan sembuh.

Perkecualian ada pada mereka yang memiliki gangguan kekebalan tubuh karena kemungkinan kematian akibat empiema meningkat menjadi 40 persen pada kasus ini. 

Segera tangani empiema karena bila dibiarkan, bukan tidak mungkin terjadi komplikasi yang mengancam nyawa.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018