APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Beda Pneumonia Biasa dan Pneumonia Akibat Virus Corona
PP-PDPI, 11 Feb 2020 18:33:21

Virus corona Wuhan (2019-nCov) dapat menyebabkan pneumonia atau infeksi yang menimbulkan peradangan pada paru-paru. Pneumonia ini berbeda dengan pneumonia biasa yang umum terjadi.
Pneumonia sendiri kerap dikenal dengan istilah paru-paru basah. Kondisi ini merupakan infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Infeksi menyebabkan kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru pasien meradang dan dipenuhi cairan atau nanah.
Perlu diketahui, sejumlah virus yang menyerang sistem pernapasan akan memberikan gejala yang hampir sama. Untuk mengenal lebih jauh, berikut sejumlah perbedaan pneumonia biasa dan pneumonia virus corona.
1. Virus dan penularan
Dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto menjelaskan, pneumonia umumnya berawal dari infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA (hidung dan tenggorokan) yang terus meradang hingga ke saluran pernapasan bawah yakni paru-paru.
"ISPA umumnya disebabkan oleh beberapa virus yakni rhinovirus, influenza virus, dan coronavirus jenis lain. Sedangkan ISPA dan pneumonia virus corona disebabkan oleh novel corona virus [2019-nCoV] atau virus corona jenis baru yang berkembang dari Wuhan, China," kata Agus dalam media briefing Mundhipharma Indonesia, Kamis (6/2).
Penularan virus corona Wuhan terjadi melalui kontak erat dan terpapar cairan orang yang sudah lebih dulu terinfeksi.
2. Gejala
Setelah masa inkubasi virus yang berlangsung selama 2-14 hari, tubuh bakal menimbulkan gejala. Gejala virus corona meliputi demam, flu, batuk, pilek, sakit kepala, dan disertai dengan diare serta sesak napas. Sedangkan pada virus lain, tidak memiliki gejala berupa diare dan sesak napas.
3. Penyebaran
Penyebaran virus corona Wuhan hingga menjadi pneumonia berlangsung dengan cepat atau progresif. Berbeda karena virus lain yang bertahap dan umumnya dapat sembuh sendiri pada tahap ISPA. Hanya beberapa kasus parah yang dapat menjadi pneumonia.
"Jika sudah ISPA langsung ke dokter dan biasanya akan sembuh sendiri dengan mengandalkan kekebalan tubuh. Hanya sebagian kecil yang menjadi pneumonia. Sedangkan ISPA pada novel corona bersifat progresif sehingga dengan cepat menjadi pneumonia," tutur Agus.
Menurut Agus, jika sudah menjadi pneumonia angka mortalitas akan tinggi karena kemampuan paru mendapatkan dan menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh berkurang.
4. Pengobatan
Pengobatan untuk pneumonia biasa diberikan antibiotik atau antivirus untuk menghalau virus yang berkembang biak menyebabkan pneumonia. Sedangkan pada pneumonia virus corona, hingga saat ini belum terdapat obat dan antivirus untuk melumpuhkan virus. Saat ini dokter hanya memberikan pengobatan suportif untuk mengurangi keparahan dan gejala yang timbul.
5. Vaksin
Pada pneumonia biasa terdapat tiga vaksin yang dapat digunakan sebagai bentuk pencegahan yakni Vaksin PSCV13, Vaksin PPSV23, dan Vaksin Hib.
Sedangkan pada pneumonia virus corona belum tersedia vaksin untuk mencegah. Saat ini para ahli masih terus meneliti virus dan mencari pengobatan serta vaksin untuk mencegah virus corona Wuhan.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018