APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
KKI: Hadapi Covid-19, Indonesia Kekurangan Dokter Paru-paru
PDPI Jatim, 21 Mei 2020 06:49:24

Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) membenarkan Indonesia mengalami kekurangan dokter paru-paru. Ketika awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, jumlah dokter paru-paru tidak signifikan dalam menangani membeludaknya masyarakat yang terinfeksi. Belum lagi ditambah minimnya alat kesehatan (alkes).

“Kita lihat bahwa tadi disampaikan jumlah dokter paru, Pak Doni (Doni Monardo) mengatakan kurang dari 2.000, iya betul. Kalau dokter paru yang kurang dari 2.000, sementara banyak yang masuk di ICU, belum fasilitasnya kurang, belum lagi ventilatornya kurang, bed (tempat) di ICU kurang, itu yang menambah barangkali angka kematian saat itu cepat sekali meningkat,” kata Ketua KKI Bambang Supriyatno dalam diskusi virtual Beritasatu bertajuk “Gaduh Gara-gara Covid-19”, Rabu (13/5/2020).

Bambang menyatakan kepedulian sejumlah dokter untuk ikut menangani pun awal-awal masih kurang. Misalnya dokter anestesi, dokter anak, dokter penyakit dalam, dan lainnya. Menurut Bambang, pihaknya kemudian meminta seluruh dokter penyakit dalam dapat membantu penanganan pasien Covid-19 yang sudah berat.

“Tentu dengan penambahan keilmuan dari kolegium masing-masing untuk seluruh dokter anak, dokter paru, doktes anestesi, dokter penyakit dalam itu kita berikan kewenangan klinis boleh menangani Covid-19 yang berat.

Bambang menambahkan, pasien yang memiliki gejala ringan Covid-19, bisa ditangani dokter umum. “Selama dia pendidikan kedokteran, kalau dia sudah jadi dokter, maka dia sudah kompeten menangani kasus-kasus pnemonia. Memang sekarang Covid-19 itu penyakit baru, tambah lah keilmuannya bagaimana menghadapinya,” imbuh Bambang. 

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018