APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Situasi Corona Gawat, Dokter Paru Sarankan Indonesia Terapkan Lockdown
PDPI Malang, 12 Sep 2020 15:01:13

Kasus virus corona di Indonesia terus mengalami kenaikan yang signifikan setiap harinya. Berdasarkan data covid19.go.id, kasus COVID-19 di Tanah Air telah menginfeksi lebih dari 200 ribu orang hingga Selasa (8/9).

Situasi tersebut mendapatkan sorotan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Ketua Umum PDPI dr Agus Dwi Susanto menilai jika pemerintah masih belum maksimal dalam menangani pandemi virus corona di Indonesia.

Salah satu masalah yang dipaparkan PDPI adalah terkait kurangnya dokter paru di Tanah Air. Saat ini, Indonesia hanya memiliki 1.106 dokter paru saja. Jumlah tersebut dinilai Agus sangat sedikit dalam menangani pandemi COVID-19.

Menurutnya, Indonesia sekarang ini membutuhkan 2.500 dokter paru untuk menangani pandemi. Terlebih, tenaga dokter spesialis paru sangat krusial mengingat virus asal Wuhan tersebut kerap mengancam nyawa lantaran menyerang sistem pernapasan.

Tak sampai disitu, PDPI juga mendesak pemerintah untuk terus meningkatkan jumlah tes COVID-19. Tes swab PCR diharapkan dapat tersedia dan terjangkau di berbagai pelosok daerah.

”Seharusnya ada 2.500 dokter paru,” ujar Agus dalam konferensi pers PDPI seperti dilansir dari Detik, Selasa (8/9). “Menyediakan dan meningkatkan jumlah tes PCR di seluruh pelosok daerah di Indonesia.”

Jika situasi penyebaran virus corona di Indonesia semakin gawat, PDPI bahkan menyarankan pemerintah agar berani menerapkan lockdown atau karantina wilayah. Langkah tersebut dinilai paling ampuh dalam menekan laju penyebaran COVID-19 dan bisa menyelamatkan banyak nyawa.

”Menyediakan langkah-langkah selanjutnya berupa karantina wilayah, isolasi personal atau keluarga di tempat yang telah ditentukan,” saran Agus. “Sampai dengan lockdown wilayah atau negara bila keadaan saat mendesak.”

Terakhir, PDPI juga menuntut pemerintah untuk serius dalam mengatasi kapasitas rumah sakit perawatan COVID-19 yang mulai penuh. Segala kebutuhan setiap rumah sakit juga diharapkan diperhatikan oleh pemerintah, seperti pengadaan alat pelindung diri (APD) yang menjadi pelindung utama tenaga kesehatan.

”Menambah jumlah dan kapasitas RS perawatan COVID-19,” ujar Agus. “Termasuk bertanggung jawab dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan tenaga medis dalam hal tata laksana COVID-19.”

”Serta menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai level lokasi kerja,” sambungnya. “Serta mendistribusikan obat secara merata untuk semua Fasyankes (fasilitas layanan kesehatan) COVID-19.”

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018