APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Pakai Masker dalam Waktu Lama Bisa Memengaruhi Paru-paru Kita?
PDPI Sumatera Utara, 18 Jul 2020 16:17:49

Sejak masyaraat dunia dianjurkan untuk mengenakan masker selama di luar rumah, mulai bermunculan aneka opini, pendapat, juga berita, dan hasil penelitian yang entah dari mana asal usulnya mengenai pengaruh masker dan kesehatan.

Sampai-sampai ada yang menyatakan, menggunakan masker dalam waktu lama bisa memengaruhi paru-paru yang mengenakannya.

Mengenai informasi tersebut, jika masker yang digunakan bukan masker standar kesehatan, tentu percuma. Misal, buff, masker scuba, atau kain kurang dari tiga lapis. 

Sebab masker tersebut bisa diterobos oleh virus corona baru, yang ujung-ujungnya bisa menginfeksi paru-paru.

Begitu juga jika masker sekali pakai kita gunakan berulang-ulang, bisa jadi itu akan mengakibatkan masalah kesehatan di saluran pernapasan, bahkan masalah di organ pernapasan manusia.

Apalagi jika masker kain jika digunakan lebih dari 4 jam, dan berulang-ulang tak peduli sudah kotor. Ini lain lagi ceritanya, bisa jadi kita terinfeksi tidak hanya virus, taoi juga bakteri.

Jadi mengenai masker dapat memengaruhi paru-paru, tergantung cara pakai dan masker apa yang digunakan.

Jika cara pakai masker benar, sesuai aturan kesehatan, dan maskernya yang standar atau SNI, masker tidak akan memengaruhi paru.

Hal ini pun dipertegas oleh ahli yang diberitakan Reuters.

Para peneliti mengatakan, penggunaan masker mungkin tidak nyaman, tetapi tidak membatasi aliran oksigen ke paru-paru.

Bahkan pada orang dengan penyakit paru-paru yang parah.

Mereka menguji efek memakai masker bedah pada pertukaran gas.

Itu adalah proses di mana tubuh menambahkan oksigen ke darah sambil mengeluarkan karbon dioksida.

Pengujian itu dilakukan terhadap 15 dokter sehat dan 15 veteran militer dengan paru-paru yang rusak parah melalui jalan cepat enam menit di atas permukaan datar dan keras.

Kemudian, kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah diukur sebelum dan sesudah tes jalan kaki.

Hasilnya, baik dokter yang sehat maupun pasien dengan penyakit paru-paru tidak menunjukkan perubahan besar dalam pengukuran pertukaran gas setelah tes berjalan hingga 30 menit kemudian.

Para peneliti melaporkan pada hari Jumat di jurnal Thorax, ketidaknyamanan penggunaan masker kemungkinan besar bukan karena penghirupan ulang karbon dioksida dan penurunan kadar oksigen.

Sebaliknya, masker dapat menyebabkan ketidaknyamanan dengan mengiritasi saraf wajah yang sensitif, menghangatkan udara yang dihirup, atau memicu perasaan klaustrofobia.

Ketidaknyamanan seperti itu seharusnya tidak menimbulkan masalah keamanan, kata para peneliti.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018