APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Yoghurt Bisa Tekan Risiko Kanker Paru-paru? Simak Penjelasan Ahli di Sini
PDPI Sulawesi Selatan & Utara, 21 Jul 2020 16:57:14

Yoghurt adalah makanan yang dihasilkan dari fermentasi susu. Kandungan yoghurt banyak dipenuhi protein dan kalsium untuk kesehatan tulang.

Dikutip dari PikiranRakyat-Indramayu.com dari thehealthy.com, yoghurt dapat mengurangi risiko kanker paru-paru. Terdapat studi yang menunjukkan adanya hubungan antara asupan yoghurt dan makanan serat dengan penurunan risiko kanker paru-paru.

Ahli bedah toraks di Rumah Sakit Winthrop NYU sekaligus asisten profesor NYU Langone Health, New York, Brian Mitzman, MD, menyatakan bahwa penyebab utama kematian di Amerika Serikat adalah kanker paru-paru.

Salah satu kiat untuk menghindari aktivitas merokok (sebagai salah satu penyebab kanker paru-paru) adalah dengan mengonsumsi produk yang berkaitan dengan susu. Yoghurt adalah salah satunya.

Jurnal terbitan American Medical Association, JAMA Oncology, memuat penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi yoghurt dan makanan berserat berkaitan dengan turunnya risiko kanker paru-paru.

“Hasil uji coba observasi ini tidak seakurat studi acak atau buta (subyek dan pasien tidak saling mengetahui), namun masih bisa memberi kita informasi penting,” ujar Dr. Mitzman.

Analisis ini didasarkan pada sepuluh studi di Amerika Serikat, Eropa, Asia yang melibatkan 1,4 juta orang. Dr. Mitzman mengungkapkan bahwa studi ini adalah untuk meneliti apakah terdapat hubungan antara penyakit tersebut dengan faktor-faktor lainnya. Kasus kanker yang diperiksa mencapai 18.822 kasus.

Risiko kanker paru-paru dapat dikurangi hingga 19 persen dengan konsumsi 3 ons yogurt untuk pria. Sedangkan wanita memerlukan konsumsi 4 ons yoghurt untuk bisa mengurangi risiko kanker tersebut.

Begitu pun dengan makanan berserat, Dr. Mitzman menyatakan bahwa risiko kanker paru-paru dapat berkurang 17 persen. Penurunan risiko ini juga berlaku bagi mereka yang mengonsumsi makanan berserat dalam jumlah sedikit.

Total risiko yang dapat dihindari dari konsumsi yoghurt dan makanan berserat adalah sekira 33 hingga 33,5 persen dalam 100.000. Meskipun ini bukan perubahan besar, setidaknya fakta di atas mengungkapkan bahwa kita perlu mengonsumsi yoghurt di keseharian kita.

Terkait seberapa pentingnya konsumsi yoghurt bagi kita, makanan tersebut mengandung kalsium, vitamin B, vitamin D, dan banyak nutrisi lainnya. Dokter di Northwell Health Cancer Institute, Kevin Sullivan, MD, mengatakan tentang banyaknya manfaat kesehatan yang sangat mungkin dimiliki makanan berserat tersebut.

Dr. Sullivan berkata bahwa risiko kanker paru-paru memang berkaitan dengan aktivitas perokok aktif atau mereka yang memiliki riwayat merokok.

“Jika Anda merokok, satu-satunya hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kesehatan adalah berhenti merokok atau mulai mengonsumsi lebih banyak makanan berserat atau yoghurt sambil tetap merokok,” kata Dr. Sullivan.

Itu artinya dalam usaha menghindari kanker paru-paru, caranya bukan hanya mengandalkan konsumsi yoghurt dan makanan berserat. Kita pun perlu menghentikan kebiasaan merokok yang sudah melekat.

Konsumsi yoghurt adalah salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko penyakit kanker. Oleh karena itu, makanan berserat tersebut tidak semestinya menjadi satu-satunya anjuran yang kita patuhi. Dr. Mitzman menyarankan bahwa tidak ada salahnya mengonsumsi yoghurt dan lebih banyak sayuran saat makan malam.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018