APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
5 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Terus Berada di Rumah
PP-PDPI, 23 Jul 2020 07:15:34

Sejak pandemi melanda, siapa pun disarankan untuk tetap berada di rumah. Imbauan 'stay at home' jadi cara paling efektif untuk mencegah penularan Covid-19.

Namun, meski efektif untuk menekan laju penyebaran, terus berada di rumah juga dapat memberikan dampak buruk untuk banyak orang. Terus menerus berada di rumah disebut dapat memicu perkembangan beberapa gangguan fisik.

Berada di rumah dalam waktu lama tanpa sadar membuat tubuh lemas, melemahkan jantung dan paru-paru, bahkan merusak fungsi otak.

Berikut beberapa hal yang terjadi pada tubuh saat Anda terus menerus berada di rumah selama pandemi, melansir CNN.

1. Kehilangan kekuatan otot

Rutinitas harian seperti pergi bekerja melibatkan banyak aktivitas fisik. Kondisi tersebut sesungguhnya membantu tubuh untuk membangun kekuatan otot.

Namun, kekuatan otot yang telah dibentuk itu akan hilang dengan tubuh yang menjadi tidak aktif karena terus berada di rumah. Tetap berada di rumah dapat membatalkan kemajuan pembangunan kekuatan otot yang sebelumnya telah diperoleh dari menjalani aktivitas fisik pada rutinitas harian.

Ahli fisiologi Keith Baar mengatakan, butuh waktu berbulan-bulan untuk membangun kekuatan otot. Tapi, hanya dibutuhkan waktu satu pekan untuk menghilangkan kekuatan otot yang telah dibangun. "Manusia cenderung kehilangan otot lebih cepat saat semakin tua, yang menandakan berkurangnya aktivitas fisik," ujar Baar.

Kehilangan kekuatan otot, kata Baar, menjadi salah satu indikator terkuat tentang berapa lama Anda bisa bertahan hidup. "Semakin kuat otot kita, semakin mudah bagi kita untuk mempertahankan umur panjang," kata Baar.

2. Jantung dan paru-paru melemah

Tanpa aktivitas fisik, detak jantung tidak akan meningkat. Saat jantung tak memompa dengan sekuat tenaga, jantung menjadi lemah.

Hal yang sama juga terjadi pada paru-paru saat tidak aktif. Ahli paru-paru Panagis Galiatsatos mengatakan, fungsi pernapasan akan semakin memburuk saat tidak dibiasakan untuk beraktivitas fisik.

Orang dengan masalah pada paru-paru sangat disarankan untuk terus berada di rumah karena dapat meningkatkan risiko Covid-19. Namun, perlu diingat, dengan tidak bergerak atau beraktivitas fisik, kondisi kesehatan paru-paru mereka justru akan semakin memburuk.

Olahraga atau aktivitas fisik menjadi satu-satunya kunci untuk meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru.

3. Tubuh menjadi lebih gemuk

Dengan berada di rumah, akses terhadap makanan jadi lebih mudah. Waktu makan dan mencamil tentu akan bertambah. Hal tersebut berisiko membuat gula darah melonjak.

Makan berlebihan juga menjadi masalah tersendiri saat pandemi. Apalagi di masa awal pandemi, banyak orang yang menyimpan frozen food yang dianggap praktis dan aman. Padahal, banyak frozen food diolah dengan tambahan gula dan pati yang buruk untuk kesehatan.

Kenaikan berat badan selama pandemi dinilai sebagai hal yang normal. Namun, jangan sampai penambahan berat badan berubah menjadi obesitas.

4. Perubahan postur tubuh

Selama pandemi, banyak orang bekerja dari rumah. Tak sedikit orang yang tanpa sadar duduk dalam posisi yang salah. Tak sedikit pula dari banyak orang yang menghabiskan waktu di rumah dengan berbaring santai.

Duduk dan berbaring sepanjang hari dapat memengaruhi postur tubuh dan membebani punggung, leher, bahu, pinggul, dan mata.

Anda disarankan untuk bangun dari tempat duduk sesekali dalam satu jam dan berjalan-jalan meregangkan otot sejenak.

5. Perubahan pola tidur

Mendapatkan cukup sinar matahari di pagi hari membantu tubuh membangun ritme sirkadian. Jika Anda sepanjang hari bekerja di dalam rumah dari pagi hingga malam, Anda tak mendapatkan cahaya matahari. Kondisi tersebut dapat mengganggu pola tidur.

Untuk mengatasinya, Anda disarankan untuk sesekali melakukan kegiatan di ruang terbuka.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018