APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Penyakit Paru-paru Akibat Rokok, Mulai dari PPOK hingga Kanker!
PDPI Jatim, 15 Mar 2021 08:00:36

Penyakit paru-paru akibat rokok bisa berbahaya dan merenggut nyawa jika dibiarkan hingga semakin parah. Sebab faktanya, salah satu faktor pemicu kematian utama di dunia adalah penyakit paru-paru akibat rokok.

Kandungan dalam rokok sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh sehingga berisiko mengakibatkan berbagai jenis penyakit. Nah, untuk mengetahui penyakit paru-paru akibat rokok yuk simak penjelasan lebih lanjut berikut!

Asap tembakau berbahaya bagi perokok aktif dan pasif

Dilansir NCBI, asap tembakau yang dihirup akan bergerak dari mulut melalui saluran napas bagian atas hingga akhirnya mencapai alveoli. Alveoli sendiri merupakan rongga berbentuk cekung dengan banyak kapiler kecil yang berguna sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Saat asap tembakau bergerak lebih dalam ke saluran pernapasan, maka lebih banyak gas yang larut teradsorpsi dan partikel disimpan di saluran udara dan alveoli. Dosis besar karsinogen dan racun yang dikirim ke situs-situs ini menempatkan perokok pada risiko penyakit ganas dan non-ganas.

Centers for Disease Control and Prevention atau CDC melaporkan bahwa penggunaan tembakau menyumbang hingga 10 persen dari kematian terkait penyakit kardiovaskular.

Apa saja penyakit paru-paru akibat rokok?

Asap tembakau dapat merusak, menyumbat, dan melemahkan arteri jantung atau aterosklerosis yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Beberapa contoh penyakit paru-paru akibat rokok, yakni sebagai berikut:

Bronkitis kronis

Salah satu penyakit paru-paru akibat rokok adalah bronkitis kronis. Biasanya, bronkitis kronis akan ditandai dengan gejala batuk parah dan produksi dahak muncul setiap hari, selama setidaknya tiga bulan dalam dua tahun berturut-turut. 

Peradangan kronis ini terdiri dari pembesaran kelenjar mukosa dan penataan ulang dinding bronkus besar dan kecil. Kondisi tersebut mencerminkan proses penyembuhan deregulasi dalam jaringan yang terus-menerus rusak karena menghirup asap tembakau. 

Konsekuensi dari proses ini termasuk perkembangan batuk kronis dan penumpukan lendir berlebih di lumen saluran napas.

Namun, proses inflamasi ini memiliki pengaruh kecil pada pembatasan aliran udara kecuali jika meluas ke saluran udara konduksi kecil yang meningkatkan resistensi jalan napas.

Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK

Penyakit paru-paru akibat rokok ini dapat membuat kamu sulit bernapas. PPOK memiliki gejala yang awalnya ringan, dimulai dengan batuk dan sesak napas, namun bisa menjadi lebih konstan.

Untuk itu, PPOK dapat menyebabkan kecacatan jangka panjang yang serius dan kematian dini. 

Kebanyakan orang dengan PPOK berusia minimal 40 tahun dan memiliki setidaknya riwayat merokok. Semakin lama dan lebih banyak produk tembakau yang kamu isap, maka semakin besar risiko terkena PPOK.

Emfisema

Kondisi paru-paru kronis ini memengaruhi kantung udara atau alveoli. Gejala yang mungkin dialami penderitanya, berupa sesak napas, batuk, kelelahan, masalah tidur dan jantung, penurunan berat badan, serta depresi.

Dengan emfisema, jaringan paru-paru akan kehilangan elastisitas dan kantung udara serta alveoli menjadi lebih besar. Dinding kantung udara menjadi rusak atau hancur, menyempit, meregang, maupun membengkak. 

Perlu diketahui, tidak semua orang yang merokok mengalami emfisema. Diduga kuat faktor genetik bisa membuat beberapa orang lebih rentan terhadap kondisi tersebut. Selain itu, emfisema tidak menular dan umumnya bisa ditangani dengan perawatan medis tertentu.

Kanker paru-paru

Kanker adalah pertumbuhan sel abnormal yang dapat menyebabkan benjolan, massa, atau tumor. Kemunculan benjolan pertanda kanker paru-paru mungkin dimulai di lapisan bronkus atau area lain dari sistem pernapasan.

Gejala kanker paru-paru meliputi batuk, nyeri dada, sesak napas, infeksi paru-paru berulang, dahak berdarah, suara serak, pembengkakan pada leher dan wajah, lemah, dan demam. Jika kanker dibiarkan, maka bisa menyebabkan kematian pada penderitanya.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018