APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Cara Cuci Hidung yang Tepat, Jaga Saluran Napas Tetap Sehat
PDPI Jatim, 04 Mei 2021 05:42:16

Meski jarang terdengar, namun metode cuci hidung adalah metode kebersihan yang penting, apalagi di tengah pandemi ini. Kenali cara cuci hidung yang tepat berikut ini.

Dokter spesialis THT-KL, Hemastia Manuhara Haba'i mengatakan bahwa metode cuci hidung dilakukan agar saluran pernapasan tetap bersih dan sehat.

Hemas juga menekankan pentingnya cuci hidung di masa pandemi Covid-19. Di masa pandemi, cuci hidung seharusnya menjadi rutinitas sehari-hari sebagai cara pencegahan Covid-19.

"Yang diketahui, kan, virus SARS-CoV-2 berkembang di nasofaring, bagian hidung terdalam. Nah, cuci hidung dengan larutan NaCL bisa membantu virus keluar dan tidak berkembangbiak lebih banyak di dalam rongga hidung," ucap Hemas.

Hamas juga menekankan pentingnya cuci hidung meski dalam keadaan sehat sebagai salah satu cara pencegahan penyakit. Dia menganjurkan untuk mencuci hidung rutin sehari sekali dalam keadaan sehat. Sementara dalam keadaan sakit seperti flu atau pilek, Anda bisa mencuci hidung 2-3 kali sehari.

"Enggak perlu nunggu pilek dulu baru cuci hidung, sinus kambuh baru cuci hidung, setiap orang sehat bagusnya cuci hidung setiap hari," katanya.

Cara Cuci Hidung

Hemas mengatakan, cuci hidung bisa dilakukan oleh setiap usia. Pada usia dewasa, cuci hidung bisa dilakukan secara mandiri.

Ada dua metode yang paling sering digunakan dalam cuci hidung. Pertama, dengan menggunakan suntikan tanpa jarum (injection pressure), atau dengan alat cuci hidung khusus.

1. Dengan suntikan tanpa jarum

Pertama, Anda bisa menyiapkan cairan NaCL dan pipa suntik tanpa jarum. Kemudian memasukkan cairan ke dalam pipa tersebut.

Saat hendak menyuntikkannya ke dalam hidung, posisikan kepala menunduk dan miring. Jika Anda akan menyuntikkan lewat lubang hidung sebelah kanan, maka miringkan kepala ke sebelah kiri, begitu juga sebaliknya. Gunakan secara bergantian pada kedua lubang hidung.

"Jika dilakukan dengan benar, maka cairan akan keluar dari lubang hidung yang satunya," kata Hemas.

2. Dengan alat khusus

Di zaman serba modern ini, perkembangan alat kesehatan juga terjadi. Saat ini sudah bisa Anda temukan alat cuci hidung elektrik yang sama-sama membersihkan hidung dengan cairan NaCL.

Biasanya alat hanya dihadapkan pada lubang hidung dan akan menyemprotkan air ke dalam rongga hidung hingga menyentuh sinus dan nasofaring.

Karena praktis, alat cuci hidung elektrik biasanya dianjurkan untuk anak-anak.

3. Selalu gunakan cairan NaCL

Sebagian orang percaya mencuci hidung dengan air keran sama manfaatnya. Namun, anggapan ini tak sepenuhnya benar.

Business Head dan Personal Health PT Enseval Medika Prima, Dicky Mulyono mengatakan, cuci hidung sebaiknya menggunakan cairan NaCL yang biasa digunakan sebagai cairan infus. Cairan infus dipastikan steril dan tidak mengandung bahan berbahaya untuk hidung Anda.

Selain itu, bagi penderita sinus atau penyakit pernapasan lainnya, dokter mungkin akan menggunakan cairan tambahan untuk cuci hidung.

"Cairan yang terbaik itu memang NaCL, karena dia steril, dan tidak berbahaya bagi tubuh," tuturnya.

Hemas juga mengatakan sebaiknya menghindari air keran untuk cuci hidung karena memiliki kandungan pH yang berbeda dengan lendir yang ada di hidung. Air keran akan membuat hidung terasa perih karena perbedaan derajat keasamaan tersebut.

"Air keran juga belum tentu steril, jadi sebaiknya dihindari penggunaan air keran, hindari juga cairan air garam dapur, karena yang digunakan itu cairan NaCL, bukan garam dapur," ucap Hemas.

Terapkan cara cuci hidung di atas dengan tepat demi menjaga kebersihan saluran pernapasan dan mencegah penyakit datang menyerang.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018