Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - 2 Cara Penularan TBC Diagnosa dan Pencegahan
RSS Feed klikPDPI.com twitter PDPI Facebook Page - Kedokteran Paru & Respirologi Forum Respirologi (Umum) Foto Operasional web PDPI Foto Operasional web PDPI
Members
Untitled Document
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Bahaya Rokok Elektrik
 
2 Cara Penularan TBC - Diagnosa dan Pencegahan





TB atau TBC juga dikenal dengan istilah Tuberkulosis di mana penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit menular yang sangat serius. Bahkan diketahui bahwa TBC adalah masalah kesehatan paling besar di peringkat kedua di dunia mengikuti HIV AIDS. TBC ini adalah sebuah penyakit di mana bakterilah yang menyerang paru-paru yang bisa berubah menjadi penyakit aktif atau infeksi laten.

Karena berbahaya dan menular, setiap orang perlu mewaspadai hal ini, terutama apabila di dekatnya ada orang yang menderita penyakit TBC. Cara penularan TBC dan penyebarannya perlu menjadi pengetahuan setiap kita supaya dapat mencegah segala kondisi yang tidak diinginkan. Di bawah ini adalah sekilas info tentang proses penularannya.

1. Melalui Udara
Penularan dan penyebaran Tuberkulosis diketahui melalui udara dan itulah mengapa penularannya tergolong sangat mudah. Ketika kita menghirup udara yang sama dengan pendeirta TBC aktif, maka kita pun dapat tertular secara instan. Potensi tertular pun menjadi lebih tinggi ketika daya tahan tubuh kita tak begitu kuat.

Ketika penderita TBC berbicara kepada kita, atau batuk, bersin serta meludah di dekat kita, hal ini bisa sangat membahayakan bagi tubuh kita. Meski tak semua orang yang berada di dekat penderita TBC serta menghirup udara yang sama dan sudah tercemar bakteri pasti terserang TBC, tetaplah waspada akan hal ini, terutama ketika daya tahan tubuh tengah lemah.

Orang-orang dengan tingkat kekebalan tubuh yang rendah akan lebih mudah terserang virus serta bakteri, maka akan sangat mudah bagi mereka untuk tertular bila berada di tempat yang sama dengan penderita TBC. Sama halnya dengan orang-orang dengan masalah kekurangan gizi. Faktor lainnya yang mampu meningkatkan risiko tersebut adalah adanya lingkungan yang kurang sehat.

Lingkungan yang kurang baik bakal memberikan dampak negatif bagi orang-orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun sehingga terkena infeksi Mycobacterium tuberculosa secara lebih mudah. Kuman tersebut merupakan penyebab infeksi TBC dan sudah ada pembuktiannya dengan kultur konfirmatori.

Bersin, batuk dan juga bicara adalah sarana untuk menularkan bakteri lewat udara, ditambah juga dengan meludah (khususnya jika seorang penderita TBC melakukannya di dekat kita). Bahkan menyanyi pun adalah aktivitas yang ternyata bisa juga menjadi proses penularan bakteri penyakit TBC ini. Ini karena diketahui bahwa pada aktivitas-aktivitas tersebut, titis-titis aerosol infeksius akan tersemprotkan dari sang penderita.

Diameternya pun adalah 0.5 sampai 5 m dan saat terjadi bersin, ada partikel-partikel berukuran kecil yang jumlahnya dapat mencapai 40 ribu titis. Penyakit TBC dapat ditularkan oleh setiap titis yang tersemprotkan dikarenakan rendahnya dosis infeksius penyakit ini. Itulah alasan mengapa seseorang yang tak sengaja menghirup 10 bakteri ke bawah pun dapat terinfeksi secara langsung.

Penting juga untuk mengetahui apa saja faktor yang bisa menjadi penentu seseorang tertular TBC sehingga kita bisa lebih mewaspadai hal ini. Berikut adalah beberapa faktor yang dimaksud karena sebetulnya penularan TBC pada beberapa kasus juga tak serta merta langsung terjadi pada seseorang sehabis berkomunikasi atau berada di dekat penderita TBC.
- Jumlah bakteri atau organisme yang dikeluarkan dari tubuh si penderita.
- Jumlah bakter atau konsentrasi bakteri dalam udara.
- Tingkat kekebalan tubuh dari seseorang tersebut.
- Jangka waktu dari sejak terkena paparan bakteri melalui udara.

Karena tinggal di negara tropis seperti Indonesia ini, kelangsungan hidup bakteri TBC sangat berjalan sempurna dan lancar, maka di manapun kita berada, sebetulnya selalu ada risiko terkena penyebaran bakterinya. Hanya saja, saat suatu lingkungan memiliki tingkat kelembaban udara yang rendah, otomatis jumlah bakteri dalam udara tak akan terlalu banyak dan lebih terkontrol. Jadi bisa dikatakan bahwa suatu daerah atau area tinggal yang kelembaban udaranya tinggi bakal memiliki jumlah bakteri yang lebih banyak.

Karena itulah, penderita TBC pada daerah yang tingkat kelembaban udaranya begitu tinggi dapat lebih banyak daripada wilayah yang kelembaban udaranya sangat rendah. Hal ini jelas meningkatkan potensi penularan TBC karena tempat yang lembab memang kerap menjadi sumber penyakit sehingga perlu lebih waspada dan menjaga diri.

2. Melalui Cairan
Udara saja tampaknya belum cukup karena gejala TBC paru juga bisa terjadi melalui penularan dan penyebaran lewat cairan maupun sentuhan. Meludah adalah salah satu contohnya, tak hanya melalui udara, apabila sampai seseorang terkena ludah dari penderita TBC maka tentunya bakal lebih mudah terinfeksi.

Aktivitas seperti berciuman dengan penderita TBC juga akan menyebabkan infeksi virus menyerang dengan lebih gampang. Contoh-contoh lainnya yang perlu Anda hindari dan waspadai adalah makan menggunakan peralatan yang sama dengan yang dipakai oleh penderita TBC, minum memakai gelas yang sama, berhubungan intim serta menyikat gigi memakai sikat gigi yang sama.

Penularan kuman TBC akan dengan mudah terjadi apabila aktivitas-aktivitas tersebut kita lakukan. Jadi meski sudah menjauhi penderitanya agar tidak menghirup udara yang sama, Anda juga masih perlu untuk menghindari serangkaian kegiatan di atas supaya meminimalisir potensi penyebaran virus dan penularannya. Orang-orang yang berada di sekitar penderita TBC sebaiknya memang lebih ekstra hati-hati.

Baik itu keluarga maupun teman, bercengkerama dengan penderita TBC bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan. Bila ingin tahu bagaimana cara mencegah TBC, maka jalan satu-satunya adalah dengan tidak begitu dekat dengan para penderitanya apalagi memakai barang yang sama. Terlebih lagi, bila pasangan suami/istrilah yang menderita TBC, jangan dulu melakukan hubungan intim.

Metode Diagnosa TBC
TBC merupakan sebuah kondisi penyakit yang tidaklah mudah untuk dideteksi, apalagi bila terjadi pada anak-anak. Ada sejumlah cara yang biasanya bakal dokter lakukan untuk mendiagnosa kondisi gejala TBC yang dialami oleh pasien yang mempunyai keluhan mirip seperti penyakit TBC, yaitu:
- Tes atau pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
- Tes dahak.
- Tes darah.
- Rontgen bagian dada.
- Tes Mantoux.
- Pengujuan tuberculin dari cairan tubuh.

Penyakit TBC bukanlah kondisi yang patut untuk disepelekan karena cukup serius. Namun kabar baiknya adalah bahwa kondisi ini sebetulnya dapat ditangani dan disembuhkan asalkan solusi pengobatannya tepat. Jenis antibiotik dan manfaatnya sangat besar ketika mengobati TBC dan penderita biasanya perlu mengonsumsi obat ini dalam jangka waktu yang ditentukan dokter.

Pencegahan TBC
Setelah mengetahui sedikit tentang proses atau cara penularan TBC, tentu hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mencegahnya. Karena TBC adalah salah satu pembunuh terbesar yang dipicu oleh organisme menular, kita semua patut mengenali langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko paparan bakterinya.

- Menjaga Jarak dengan Penderita TBC
Hal ini sudah jelas dan pasti karena kita perlu melindungi diri dan menjaga kesehatan dengan baik. Menjauhkan diri sementara waktu dari penderita TBC adalah keputusan tepat dan lebih baik tidaklah berada pada jarak dekat dengan individu-individu yang terkena infeksi.

- Mengenakan Masker dan Sarung Tangan
Bila pencegahan ingin dilakukan secara lebih maksimal, Anda bisa mencoba untuk mengenakan sarung tangan serta masker demi mencegah terkena paparan bakteri lewat udara maupun cairan. Pastikan bahwa masker serta sarung tangan yang digunakan pun sangat bersih dan terjaga kesterilannya supaya risiko penularan TBC bisa diminimalisir.

- Waspada saat Berkunjung ke Daerah yang Berpotensi Tinggi
Mungkin pekerjaanlah yang mengharuskan Anda untuk berjalan-jalan dan mengunjungi banyak tempat. Bepergian ke daerah-daerah yang memiliki potensi tinggi akan virus TBC akan sangat mengancam kesehatan tubuh Anda. Ada negara-negara tertentu yang bahkan dikenal sebagai negara paling terpengaruh oleh TBC.

Bangladesh, Angola dan juga Afghanistan adalah contohnya serta negara lainnya yang masih tergolong kurang berkembang. Apabila Anda harus bepergian ke negara-negara tersebut, maka pastikan bahwa Anda memperoleh pemeriksaan secara rutin. Penting juga untuk mendapatkan pencegahan secara ekstra supaya paparan infeksi TBC yang aktif dapat berkurang sehingga Anda tak mudah terinfeksi.

- Vaksinasi BCG
Langkah pencegahan yang bisa dilakukan selanjutnya adlaha dengan memperoleh vaksin TBC atau yang juga dikenal dengan istilah BCG (Bacilli Calmette-Guerin). Cara pencegahan ini memang lebih ketat dan sangat perlu dilakukan apabila kontak dengan para penderita Tuberkulosis diketahui cukup tinggi frekuensinya. Di negara-negara yang mempunyai risiko tinggi, vaksin ini sangat diutamakan, tapi sayangnya vaksin BCG ini tidaklah seefektif penerapannya pada bayi ketika digunakan atau diberikan pada orang dewasa.

- Memiliki Pola Hidup Sehat
Untuk mencegah berbagai jenis penyakit, pola hidup sehat itu sangatlah penting. Untuk perlindungan diri, Anda bisa mulai menjalani gaya hidup sehat di mana setiap harinya makanan yang dikonsumsi adalah yang sehat dengan nutrisi seimbang. Tak lupa juga, supaya pola hidup berimbang, lakukan olahraga secara rutin dan banyak-banyaklah istirahat.

Pola hidup yang sehat tak hanya meliputi apa saja makanan yang dikonsumsi, seberapa sering kita berolahraga dan seberapa lama kita tidur. Kebersihan diri juga perlu untuk dijaga dengan baik dengan mandi teratur. Tak hanya itu, penting juga untuk menghindari konsumsi narkoba dan alkohol apalagi merokok.

Setelah mengetahui bagaimana cara penularan TBC, diharapkan Anda dapat lebih berhati-hati, khususnya jika berada di dekat penderita TBC atau di area yang berisiko tinggi akan virus TBC. Segera hubungi dokter dan periksakan diri bila Anda menyadari bahwa Anda sudah melakukan kontak dengan penderita Tuberkulosis.


http://halosehat.com/penyakit/tbc/cara-penularan-tbc

halosehat.com, 01 Maret 2017


PDPI Sulawesi Selatan & Utara. 01/03/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan
 

Free Web Counters

©2003 Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
Privacy Policy  webmaster@klikpdpi.com


 
Intranet PDPI