Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Pertolongan Pertama Serangan Asma untuk Dewasa
RSS Feed klikPDPI.com twitter PDPI Facebook Page - Kedokteran Paru & Respirologi Forum Respirologi (Umum) Foto Operasional web PDPI Foto Operasional web PDPI
Members
Untitled Document
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Bahaya Rokok Elektrik
 
Pertolongan Pertama Serangan Asma untuk Dewasa





Serangan asma (asthma attack) adalah kondisi sulit bernapas, nyeri dada, batuk-batuk, atau mengi karena penyempitan saluran napas akibat terpapar suatu hal yang memicu kekambuhan asma. Asma merupakan penyakit jangka panjang atau kronis yang keberadaannya mungkin tidak terus menerus tampak namun tidak dapat disembuhkan dan bersifat kambuh-kambuhan.

Telepon nomor gawatdarurat jika terjadi gejala serangan asma akut.
Gejala serangan asma akut meliputi sulit berbicara atau berjalan karena pendeknya napas, atau kondisi berikut sepert bibir atau ujung-ujung jari menjadi biru.

1.Ikuti rencana pengobatan untuk pasien jika memang memungkinkan
Cari tahu apakah orang tersebut memiliki rencana untuk pengobatan asma secara berkala dengan dokter tertentu.

2.Berikan pertolongan pertama untuk asma
Jika orang tersebut tidak memiliki rencana pengobatan untuk asma terhadap dirinya:
- Posisikan agar orang duduk dengan tegak dan nyaman, dan longgarkan pakaian ketat.
- Jika orang tersebut memiliki obat asma, seperti inhaler, bantulah dalam menggunakannya.
- Jika orang tersebut tidak memiliki inhaler, gunakan salah satu dari kit pertolongan pertama atau pinjam orang lain jika ada.

3.Gunakan inhaler dengan spacer, jika mungkin:
- Lepaskan tutup dan kocok inhaler dengan baik.
- Masukkan inhaler ke spacer.
- Biaran orang mengeluarkan napas sepenuhnya dan menempatkan mulut dengan erat ke corong spacer.
- Tekan inhaler sekali untuk memberikan puff (semprotan).
- Biarkan orang menghirup perlahan melalui mulut dan kemudian tahan napas selama 10 detik.
- Berikan total empat puff, dengan jeda sekitar satu menit antara setiap puff.

Inhaler dengan Spacer
Gambar 1. Inhaler dengan Spacer

4.Gunakan inhaler tanpa spacer, jika perlu:
- Lepaskan tutup inhaler dan kocok dengan baik.
- Biarkan orang mengeluarkan semua napasnya dan bibir mengatup erat ke corong inhaler.
- Seiring dengan orang mulai bernapas perlahan, tekan inhaler dalam satu waktu.
- Orang harus tetap bernafas dengan perlahan dan sedalam mungkin (sekitar lima sampai tujuh detik) dan kemudian tahan napas selama 10 detik.
- Berikan total empat puff (semprotan), menunggu sekitar satu menit antara setiap puff.

Inhaler tanpa Scaper
Gambar 2. Inhaler dengan Spacer

5.Lanjutkan menggunakan inhaler jika pernapasan apakah masih masalah
- Setelah empat puff, menunggu empat menit. Jika orang tersebut masih memiliki kesulitan bernapas, memberikan satu set empat puff lagi.
- Jika masih ada sedikit masalah atau tidak ada perbaikan, memberikan empat puff setiap empat menit sampai ambulans tiba atau hingga tiba di unit gawat darurat. Jika orang sedang mengalami serangan berat, berikan enam sampai delapan puff inhaler setiap lima menit.

6.Memantau orang sampai bantuan tiba
- Jangan menganggap orang yang mengantuk merupakan pertanda perbaikan asma. Justru, bisa jadi itu adalah arti dari perburukan asma.
- Jangan menganggap asma seseorang membaik jika Anda tidak lagi mendengar mengi (wheezing). Mengi hanyalah tanda yang tidak harus ada pada asma.

7.Follow up
- Dokter UGD akan memeriksa tingkat keparahan serangan dan memberikan penanganan, termasuk obat-obatan dan nebulisasi (obat uap dengan alat nebulzer).
- Orang dapat dipulangkan ke rumah atau menjalani rawat inap di rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut, tergantung pada respon terhadap pengobatan.



http://doktersehat.com/pertolongan-pertama-serangan-asma-untuk-dewasa/
doktersehat.com, 06 Maret 2017


PDPI Surakarta. 06/03/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan
 

Free Web Counters

©2003 Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
Privacy Policy  webmaster@klikpdpi.com


 
Intranet PDPI