Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Waspada Kanker Paru pada Non-Perokok
 
 
Link
Members
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Mengenal COPD/PPOK

 

Waspada Kanker Paru pada Non-Perokok
paru malang
image: rspondokindah.co.id


Rokok memang sudah terbukti dapat menyebabkan kanker paru. Kandungan seperti tar, nikotin, hydrogen sulfide, serta zat kimia lainnya yang ada pada rokok berbahaya bagi kesehatan dan dapat memicu terjadinya kanker. Namun, tahukah Anda bahwa non-perokok juga bukan berarti aman dari kanker paru
Penelitian membuktikan bahwa tidak semua kanker paru memiliki hubungan dengan rokok. Bahkan, sekitar 15-20 persen kanker paru justru terjadi pada bukan perokok.

Secara umum, kanker paru bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
- Kanker paru jenis sel kecil (small cell lung cancer)
- Kanker paru jenis bukan sel kecil (non-small cell lung cancer). Pada kelompok karsinoma bukan sel kecil ini, ada yang dinamakan dengan adenokarsinoma, dan karsinoma sel skuamosa.

Kedua jenis kanker paru di atas dapat terjadi pada perokok maupun bukan perokok, namun kekerapan small cell karsinoma dan jenis karsinoma sel skuamosa lebih banyak ditemukan pada kelompok yang memiliki riwayat merokok. Sedangkan pada bukan perokok lebih banyak ditemukan jenis adenokarsinoma.

Bagi perokok, kanker biasanya baru menyerang di usia lanjut karena tumor butuh waktu berkembang dan kadang bisa puluhan tahun. Sedangkan bagi non-perokok, kanker paru biasanya diderita pada perempuan, dan terjadi pada usia yang lebih muda. Jika diperhatikan, umumnya terdapat mutasi pada gen yang khas.

Salah satu mutasi gen tersebut terjadi pada gen epidermal growth factor receptor (EGFR) yang mendorong sel kanker untuk tumbuh tidak terkontrol. Dan mutasi gen ini banyak ditemukan pada kanker paru bukan perokok ataupun perempuan. Saat ini, obat untuk jenis kanker paru dengan mutasi EGFR sudah tersedia dalam bentuk oral dan memiliki respons terapi yg cukup baik.

Jenis kanker paru yang menyerang non-perokok biasanya justru adalah jenis yang relatif lebih ganas karena kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik, polysilicon, ataupun paparan Radon. Radon merupakan zat radioaktif yang tidak berwarna dan tidak berbau, yang normalnya ada di dalam tanah atau perut bumi. Radon dapat masuk ke dalam ruangan pada rumah atau gedung melalui retakan, celah pada sambungan konstruksi, celah lantai, celah dalam pipa, dan lubang air sumur. Tetapi akan segera hilang jika ventilasi ruangan cukup baik.



Sumber Berita : http://www.rspondokindah.co.id/id/health-articles/detail/156/waspada-kanker-paru-pada-non-perokok
Sumber Gambar : http://www.rspondokindah.co.id/public/files/health-articles/thumb/kanker-paru-non-perokok.jpg
rspondokindah.co.id, 12 Agustus 2017


PDPI Jatim. 12/08/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan
 
Intranet PDPI