"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Waspadai Penyakit Pneumonia Komunitas
 
Link
Free Web Counters
Members
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Mengenal COPD/PPOK

 

Waspadai Penyakit Pneumonia Komunitas
paru malang
image: analisadaily.com



Pneumoniadidefinisikan sebagai suatu peradangan akut parenkim paru yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit). Berdasarkan klinis dan epidemiologisnya, pneumonia dibedakan atas pneumonia komunitas, pneumonia yang didapat di rumah sakit, dan pneumonia akibat ventilator.

Pneumonia komunitas adalah peradangan akut pada parenkim paru yang didapat di masyarakat. Pneumonia komunitas merupakan penyakit yang sering terjadi dan bersifat serius menduduki urutan ke-3 dari 30 penyebab kematian di dunia. Di Indonesia masuk ke dalam 10 besar penyakit rawat inap dengan besar kasus 53,95% laki-laki dan 46,05% perempuan, dengan angka kematian kasar 7,6%.

Gejala dan tanda, yakni batuk, perubahan pada sputum (dahak), suhu tubuh 380C (suhu ketiak), adanya riwayat demam, nyeri dada, sesak. Tias atau tiga tanda khusus yang menjadi kriteria penyakit pneumonia adalah batuk, demam, serta sesak.

Pemeriksaan
Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada penderita pneumonia komunitas adalah dengan gejala atau tanda, foto toraks,pemeriksaan darah rutin, dan pemeriksaan biakan. Diagnosis pasti pneumonia komunitas ditegakkan jika pada foto toraks terdapat infiltrat/air bronchogram ditambah dengan beberapa gejala lainnya.

Pemeriksaan biakan darah, apusan sputum, serta kultur sputum diperlukan pada penderita pneumonia untuk menentukan kuman penyebab. Penyebab pneumonia sulit ditemukan dan memerlukan waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya. Keunggulan dari pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui pengobatan yang lebih terarah pada pasien.

Penilaian derajat keparahan penyakit pneumonia komunitas dapat dilakukan dengan menggunakan sistem skor menurut Pneumonia Severity Index (PSI) atau CURB-65. Sistem skor ini dapat mengidentifikasi apakah pasien dapat berobat jalan atau rawat inap, dirawat diruangan biasa atau intensif.

Pengobatan
Penyebab pneumonia sulit ditemukan sedangkan pneumonia dapat menyebabkan kematian bila tidak segera diobati, maka pengobatan awal pneumonia diberikan antibiotik yang secara empiris (spektrum luas).

Pengobatan pada penderita pneumonia komunitas dapat berupa:
1. Pengobatan suportif/simptomatik
2. Istirahat yang cukup
3. Minum secukupnya untuk mengatasi dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh)
4. Pemasangan infus, koreksi kalori, dan elektrolit
5. Pemberian terapi oksigen
6. Bila panas tinggi perlu dikompres atau minum obat penurun panas
7. Pemberian mukolitik dan ekspektoran (bila diperlukan)
8. Pengobatan antibiotik harus diberikan sesegera mungkin
9. Bila ada indikasi dipasang ventilasi mekanis

Sebagian besar penderita pneumonia komunitas menunjukkan perbaikan klinis dalam 72 jam pertama setelah pemberian antibiotik awal. Meskipun demikian, diperkirakan 6-15% penderita pneumonia komunitas yang dirawat tidak menunjukkan respon dalam jangka waktu tersebut, dan tingkat kegagalan mencapai 40% pada pasien yang langsung dirawat di ICU.

Beberapa hal yang harus dilakukan apabila pasien yang tidak respon:
1. Memindahkan pasien ke pelayanan rujukan yang lebih tinggi
2. Melakukan pemeriksaan ulang, bila perlu dilakukan prosedur invasif
3. Berikan eskalasi antibiotik (pemberian antibiotik awal berspektrum luas dalam waktu 24-72 jam dilanjutkan dengan pemberian antibiotik spektrum sempit berdasarkan kuman penyebab)

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan selain pemeriksaan ulang mikrobiologi adalah CT Scan, bronkoskopi dan pungsi pleura atau pemasangan selang dada.

Pada umumnya prognosis (kemungkinan hasil akhir suatu penyakit) pada penyakit ini adalah baik, tergantung dari faktor pasien, bakteri penyebab, dan penggunaan antibiotik yang tepat serta adekuat.

Perawatan yang baik dan intensif sangat mempengaruhi prognosis pada penyakit ini. Angka kematian penderita pneumonia komunitas kurang dari 5% pada pasien rawat jalan dan 20% pada pasien rawat inap.

Pencegahan
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan pada pneumonia komunitas adalah:
1. Vaksinasi (vaksin pneumokok dan vaksin influenza)
2. Berhenti merokok
3. Menjaga kebersihan tangan
4. Penggunaan masker
5. Menerapkan etika batuk
6. Menerapkan kewaspadaan dan isolasi pada kasus khusus

Maka dari itu, perlu dijaga kewaspadaan dan kebersihan diri dalam langkah pencegahan terhadap penyakit pneumonia dan apabila sudah terdapat gejala seperti batuk, demam, perubahan warna sputum, nyeri dada, serta sesak, segera lakukan pemeriksaan ke petugas kesehatan agar mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk mencegah keparahan penya
kit.



Sumber Berita : http://harian.analisadaily.com/...
Sumber Gambar : http://analisadaily.com/...
harian.analisadaily.com, 13 September 2017


PDPI Surakarta. 13/09/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan