"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Jauhkan Penderita Asma dari Asap Rokok dan Polusi
 
Link
Free Web Counters
Members
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Mengenal COPD/PPOK

 

Jauhkan Penderita Asma dari Asap Rokok dan Polusi
paru malang
image: tipscaraterbaik.com



Gangguan inflamasi kronis pada saluran pernapasan atau asma sampai sekarang belum diketahui penyebab dasarnya. Penderita penyakit yang membuat sulit bernapas ini, biasanya memiliki saluran pernapasan yang lebih kecil dibandingkan umumnya.

Dokter spesialis anak Siloam Hospitals Kebon Jeruk, FX Marseno, menyatakan bahwa, asma tidak bisa sembuh 100 persen, sehingga hanya bisa diobati atau dicegah sejak dini. Asma juga bisa diakibatkan karena faktor genetik yang didapat dari orangtua.

Meskipun kedua orangtuanya negatif terhadap asma, si kecil tetap berpotensi asma sekitar 20 persen, tuturnya.

Asma juga ditengarai terjadi karena anak lahir prematur. Pada bayi di bawah 3 tahun, asma bisa terjadi karena alergi makanan atau minuman seperti susu sapi, telur, dll. Sementara itu, anak usia 3 hingga 12 tahun, bisa menderita asma karena buruknya kualitas udara yang diakibatkan polusi dan asap rokok. Bahkan, paparan asap rokok dan polusi saat bayi dalam kandungan dan di lingkungan tempat si kecil tumbuh, merupakan faktor risiko penyebab asma dan mengakibatkan asma semakin parah.

Ada beberapa tanda yang bisa diketahui untuk mengidentifikasi anak menderita asma. Misalnya, batuk setiap malam atau menjelang pagi, sulit bernapas, mengi atau muncul bunyi saat bernapas, sesak napas, dan dada terasa tertekan. Saat anak beraktivitas tampak kurang bertenaga, mudah lemas, dan sering batuk, juga merupakan beberapa tandanya. Termasuk adanya retraksi atau dada bergerak naik turun saat bernapas serta tarikan napas yang pendek dan cepat.

dr. Marseno menjelaskan bahwa penanganan asma tidak terhenti pada pemberian obat saja melainkan mencari faktor pencetus. Edukasi juga diberikan secara terus-menerus kepada orang tua. Karena itu, orangtua dan orang di sekeliling anak yang dapat mencegah faktor pencetus itu, ungkap dr Marseno. Orangtua dan anak harus terus melakukan pemantauansecara terus menerus terhadap penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini, agar pasien asma lebih mudah menjalani masa dewasa.
kit.



Sumber Berita : http://www.1health.id/...
Sumber Gambar : http://www.tipscaraterbaik.com/...
1health.id, 14 September 2017


PDPI Sumatera Utara. 14/09/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan