"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - WASPADA! Ini yang Perlu Anda Ketahui tentang Penyakit Tuberkulosis (TB)
 
Link
Free Web Counters
Members
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Mengenal COPD/PPOK

 

WASPADA! Ini yang Perlu Anda Ketahui tentang Penyakit Tuberkulosis (TB)
paru malang
image: i.ndtvimg.com


Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua di dunia dalam angka penyakit tuberkulosis (TB).

Sebab terdapat 647 kasus TB dalam 100 ribu penduduk di Indonesia per tahun.

Bahkan, kasus baru mencapai lebih dari 1 juta per tahun, dan memgakibatkan kematian 100 ribu penduduk per tahun.

Hal ini, dikatakan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Arifin Nawas dalam Kongres Nasional XV Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) yang digelar di Hotel Adimulia Medan, Jumat (22/9/2017).

Dikatakannya, masalah semakin berat dengan adanya infeksi TB bersama HIV yang mencapai 11 persen. Angka kesembuhan pun menurun dari 90,1 persen menjadi 85 persen. Angka deteksi kasus masih rendah sebesar 32 persen, dengan hilang tidak tercatat mencapai 67 persen.

"Indonesia memiliki masalah tingginya kasus TB resisten obat atau multidrug resistant TB, yang sering disebut TB MDR dengan 2,6 persen kasus TB baru merupakan TB MDR dan 16 persen kasus kambuh merupakan TB MDR," katanya di sela-sela acara.

Indonesia, lanjutnya, termasuk negara terbanyak dengan kasus MDR yang tidak diobati. Bahkan bersama 13 negara lainnya, Indonesia memiliki kombinasi tiga masalah, yaitu TB, TB MDR dan TB HIV.

Arifin Nawas menuturkan, tanpa penemuan dan pencatatan kasus TB yang optimal, pengentasan TB sulit dicapai. Berdasarkan Rises Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes 2010 didapatkan bahwa sebagian masyarakat sudah mengetahui gejala TB dan dapat disembuhkan.

"Sayangnya melalui data, 52 persen orang dengan gejala TB langsung ke apotik dan toko obat untuk membeli obat, tanpa melalui prosedur diagnosis dan pengobatan yang benar," katanya.

Disampaikannya, kasus yang tidak terdoagnosis dengan benar, tidak tercatat, dan tidak diobati dengan benar sangat dikhawatirkan menyebabkan pasien beberapa waktu kemudian muncul dengan penyakit TB yang lebih parah, bahkan resisten terhadap obat.

Dengan begitu, besarnya proporsi pasien yang berobat ke fasilitas non pemerintahan, maka pendekatan kepada fasilitas swasta melalui PPM merupakan suatu keniscayaan.

"PDPI sejak awal terus mendorong penanganan TB yang lebih baik. Sebagai konsekuensi mengikuti standar internasional, dalam penanganan TB, maka pencatatan dan penanganan yang standar perlu dilakukan," terangnya.

Pada awalnya, sambungnya, hanya 25 persen RS swasta di Indonesia yang terhubung dengan program TB pemerintah.

Terkhusus di Medan, katanya, dari keseluruhan pelaporan kasus TB di daerah, Medan menunjukkan pwforma terbaik dengan menyumbang penemuan dan pelaporan hampir 29 persen kasus TB dari seluruh kasus di Medan.



Sumber Berita : http://medan.tribunnews.com/2017/....
Sumber Gambar : http://i.ndtvimg.com/i/2016-12/...
medan.tribunnews.com, 23 September 2017


PDPI Sumatera Utara. 23/09/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan