"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Kata Siapa Kalau Asap Rokok Sudah Hilang Bahaya Pun Ikut Hilang?
 
Link
Free Web Counters
Members
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Mengenal COPD/PPOK

 

Kata Siapa Kalau Asap Rokok Sudah Hilang Bahaya Pun Ikut Hilang
paru malang
image: covesia.com


Rokok mengandung lebih dari 40 ribu zat kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya. Begitu pula dengan asap rokok, siapapun yang menghirupnya pasti menghirup zat kimia berbahaya yang ada di dalam rokok.

Parahnya, walaupun asap rokok sudah tidak terlihat namun residu atau sisa yang tertinggal dari asap rokok tersebut bisa menempel di mana saja. Risiko yang ada pada residu tersebut bisa sama berbahayanya dengan menghirup asap rokok secara langsung.

Dokter spesialis paru dari Divisi Paru Kerja dan Lingkungan, Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Persahabatan, Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR mengatakan bahwa residu dari asap rokok itu disebut third hand smoke.

"Residu itu juga mengandung nikotin dan zat berbahaya yang dalam jangka lama bisa mengganggu saluran pernapasan," ujarnya saat ditemui di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Residu dari asap rokok ini dapat menempel di kulit, pakaian, sofa, karpet, bahkan di dinding. Hal ini lah yang dapat membahayakan orang-orang yang sebenarnya tidak merokok dan tidak terpapar langsung asap rokok.

"Kelompok yang berisiko tinggi itu pada bayi dan anak-anak. Karena sistem pernapasan dan paru-parunya masih dalam perkembangan. Organ-organ lain juga masih dalam proses perkembangan dan fungsinya belum maksimal," imbuh dr Agus.

Selain itu, ibu hamil juga sangat rentan terhadap bahaya dari residu ini. Hal itu akan mengganggu sitem vaskularisasi janin yang nantinya bisa mengakibatkan keguguran atau pertumbuhan janin terhambat.

"Pertumbuhannya jadi lebih kecil, lebih pendek, dan lebih ringan. Dan ini dibuktikan dari penelitian lanjutan," pungkasnya.




Sumber Berita : https://health.detik.com/read/....
Sumber Gambar : http://www.covesia.com/photos/...
health.detik.com, 25 September 2017


PDPI Lampung & Bengkulu. 25/09/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan