"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Abu Vulkanik dari Gunung Agung Bisa Menyebabkan Gejala Bronkitis
 
Link
Free Web Counters
Members
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Mengenal COPD/PPOK

 

Abu Vulkanik dari Gunung Agung Bisa Menyebabkan Gejala Bronkitis
paru malang
image: mmc.tirto.id


Meningkatnya status Gunung Agung di Bali naik menjadi awas membuat penduduk di sekitar diharuskan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tempat pengungsian yang telah disiapkan tersebar lebih dari 370 titik.

"Data pengungsi yang telah tercatat Pusdalops BPBD Bali pada hari ini hingga pukul 12.00 Wita, ada sebanyak 75.673 jiwa yang tersebar di 377 titik pengungsian yang berada di 9 kabupaten/kota di Bali," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada Panggung Berita.

Menurut dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Prof Faisal Yunus, MD, PhD, mengungsi ke tempat yang lebih aman dan jauh dari paparan abu vulkanik dari gunung yang berstatus awas tersebut harus dilakukan supaya menghindari terkena penyakit saluran pernapasan.

"Yang paling parah adalah terkena bronkitis. Tergantung berapa lama dia menghirupnya, tergantung juga dosisnya, berapa lama, berapa banyak, berapa sering," ujarnya kepadaPanggung Beritadi Gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan RI baru-baru ini.

Prof Faisal memperingatkan terutama kepada penduduk sekitar yang memang sebelumnya memiliki penyakit saluran pernapasan, seperti asma dan juga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kemungkinan risiko kambuhnya cukup tinggi.

"Tergantung kalau dia mempunyai penyakit saluran napas, sewaktu-waktu bisa kambuh, seberapa berat kenanya. Bagusnya dia mengungsi, jangan sampai kena debu vulkanik yang cukup besar," imbuhnya.

Namun situasi seperti ini akan berbeda pada setiap orang, karena daya tahan tubuh setiap orang tentunya berbeda-beda. Prof Faisal juga menganjurkan kalau setiap orang harus sadar akan bahaya dari paparan debu vulkanik tersebut.

"Kalau orang normal ya sampai mana dia bisa mentolerirnya. Setiap orang kan beda-beda. Ada faktor individual, orang harus sadar seberapa sensitifnya dia dari paparan debu. Kalau dia sensitif, maka dia harus menghindar lah," tutupnya.



Sumber Berita : http://www.panggungberita.com/news/....
Sumber Gambar : https://mmc.tirto.id/image/...
panggungberita.com, 29 September 2017


PP-PDPI. 29/09/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan