"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Tahukah Mengapa Kita Tiba-tiba Batuk Saat Berolahraga?
 
Link
Free Web Counters
Members
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Mengenal COPD/PPOK

 

Tahukah Mengapa Kita Tiba-tiba Batuk Saat Berolahraga
paru malang
popsci.com

Bingung mengapa Anda selalu saja batuk saat Anda mulai berolahraga Batuk saat atau setelah berolahraga merupakan gejala yang umum ditemukan dari suatu kelainan yang disebut dengan exercise induced bronchoconstriction (EIB), di mana saluan napas di dalam paru-paru Anda menyempit untuk sementara waktu sebagai respon dari aktivitas fisik apapun yang menyebabkan peningkatan denyut jantung.
Hal ini hampir sama dengan yang terjadi di dalam paru-paru Anda saat Anda mengalami serangan asma. EIB sebenarnya memiliki nama lain yaitu exercise induced asthma. Akan tetapi, berbeda dengan asma yang serangannya dipicu oleh berbagai hal seperti asap, serbuk sari, lumut, bulu binatang, atau virus; EIB hanya terjadi akibat olahraga.
Sebagian besar penderita asma akan mengalami berbagai gejala EIB pada suatu titik dalam kehidupannya. Jadi, bila Anda menderita asma, maka Anda mungkin sudah mengetahui bahwa olahraga dapat memicu timbulnya gejala.

Apa Saja Gejalanya
Gejala EIB biasanya tidak spesifik, artinya mereka memiliki gejala yang hampir sama dengan gangguan pernapasan lain. Gejala EIB yang biasa ditemukan adalah sesak napas, dada terasa diikat, batuk, mengi, dan kesulitan memasukkan udara ke dalam paru-paru. Anda mungkin juga akan mengalami penurunan stamina atau ketidaknyamanan pada daerah perut.
Gejala dapat bervariasi dari ringan hingga sedang. Akan tetapi, serangan juga dapat berat, yang membuat Anda harus berhenti beraktivitas untuk menarik napas. Pada beberapa kasus, Anda mungkin memerlukan pertolongan medis.

Kapan Gejala Timbul
Gejala biasanya berlangsung 10-15 menit setelah olahraga dimulai. Berbagai jenis olahraga yang menyebabkan peningkatan denyut jantung Anda dapat memicu timbulnya gejala, tetapi biasanya lebih sering ditemukan pada orang yang berolahraga lari dan berenang.
Gejala EIB juga dapat terjadi setelah Anda melakukan olahraga intens yang singkat seperti setelah lari cepat (sprint).
Selain itu, jenis udara yang Anda hirup juga turut berperan. EIB cenderung kambuh bila udara memiliki kelembaban yang rendah, yang biasa terjadi pada saat cuaca dingin.

Apakah Saya Menderita EIB
Jika Anda telah mengalami berbagai gejala di atas, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memastikan penyebabnya. Dokter Anda mungkin akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengukur fungsi paru-paru Anda. Jika terjadi penurunan fungsi paru saat Anda berolahraga, maka Anda mungkin memang menderita EIB.

Bagaimana Cara Mengobatinya
Setelah didiagnosis, Anda mungkin akan diberikan inhaler yang mengandung albuterol, yang dapat membantu Anda bernapas dengan membuka dan merilekskan jalan napas di dalam paru-paru Anda. Semprotkan inhaler 15-20 menit sebelum Anda mulai berolahraga. Semprotan inhaler ini dapat membantu mencegah munculnya gejala EIB.
Semprotan awal ini biasanya dapat membantu mencegah timbulnya gejala EIB saat Anda berolahraga, akan tetapi selalu bawa inhaler Anda untuk berjaga-jaga.
Jika Anda tetap mengalami gejala setelah pemberian albuterol, dokter Anda mungkin akan segera memberikan kortikosteroid inhaler yang digunakan setiap hari.

Bagaimana Cara Mencegahnya
Sebelum Anda mulai berolahraga, ada baiknya bila Anda melakukan pemanasan singkat, sekitar 10-15 menit untuk membantu mengurangi resiko munculnya gejala.
Bila Anda ingin berlari di luar ruangan padahal cuaca sedang dingin, misalnya kurang dari 0 derajat celcius, gunakan masker atau syal untuk menutupi mulut dan hidung Anda sehingga kelembaban udara yang Anda hirup pun bertambah dan membuatnya lebih hangat.


Sumber Berita : https://www.dokter.id/berita/tahukah....
Sumber Gambar : https://www.popsci.com/sites/popsci.com/files....
dokter.id, 04 November 2017


PDPI Lampung & Bengkulu. 04/11/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan