"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Mengenal Pneumotoraks, Kondisi Kolaps Paru-Paru
 
Link
Free Web Counters
Members
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Mengenal COPD/PPOK

 

Mengenal Pneumotoraks, Kondisi Kolaps Paru-Paru
paru malang
necturajuice.com


Bisa kecelakaan lalu lintas, luka tembak, atau tulang rusuk yang patah. Tekanan di bagian dada itu bisa disebut paper bag phenomenon. Ibarat kantong kertas yang terisi penuh udara, jika mendapat tekanan yang kuat dari luar, kantong akan meledak, kata dr Henry Sintoro SpBTKV (spesialis bedah thoraks kardiovaskuler) RS Mitra Keluarga Waru.

Udara di dalamnya keluar secara paksa. Dalam pneumotoraks, saat terjadi kecelakaan, glotis yang terletak di pangkal tenggorokan tertutup. Adanya tekanan dari luar pada paru-paru membuat pleura visceralis (lapisan di paru-paru) sobek. Udara dari dalam paru-paru keluar ke rongga dada. Udara itu kemudian menekan paru-paru. Akibatnya, pasien merasakan sesak napas.

Selain trauma, pneumotoraks disebabkan nontrauma. Artinya, ada beberapa penyakit yang mengakibatkan lapisan pleura rapuh. Misalnya, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pneumonia, dan tuberkulosis. Penyakit itu membuat kebocoran udara dari paru-paru ke rongga dada. Batuk yang terlalu keras atau berteriak dan bernyanyi hingga mengakibatkan batuk memang bisa memicu tekanan di dada.

Namun, kondisi tersebut tidak bisa dikatakan sebagai satu-satunya penyebab pneumotoraks. Pasti ada penyakit yang mendahuluinya, tutur Henry.

Pneumotoraks dikatakan gawat darurat jika terjadi tension pneumotoraks. Udara yang terjebak di rongga dada terus mendorong mediastinum (rongga di antara paru-paru kanan dan kiri yang berisi jantung), aorta, arteri besar, pembuluh darah vena besar, trakea, kelenjar timus, saraf, jaringan ikat, kelenjar getah bening, dan salurannya.

Dari situ, kemudian menekan sisi kontralateral sehingga jantung tertekan. Kemudian, terjadi low cardio syndrome, jantung sudah tidak bisa lagi memompa darah karena tertekan, jelas Henry. Jika hal itu terjadi, pasien akan sangat rentan mengalami kematian mendadak.

Mereka yang mengalami tension pneumotoraks biasanya cenderung gelisah karena merasa sangat sulit bernapas. Seperti orang yang tercekik lehernya, dia meronta karena tidak bisa bernapas, jelas Henry. Wajahnya pun menjadi pucat karena darah tidak mengalir dari jantung. Jika kondisi itu terjadi, pihak medis harus melakukan penanganan dengan cepat. Butuh waktu tidak sampai 5 menit sebelum pasien kehabisan napas dan meninggal, papar Henry.

Bisa dikatakan bahwa pneumotoraks yang dialami gadis dari Texas itu belum termasuk tension pneumotoraks. Pasien masih bisa beraktivitas, termasuk melakukan foto X-ray di rongga dadanya. Kalau sudah tension, dia tidak akan bisa melakukan hal apa pun dan memang harus segera ditangani, ucapnya.

Pneumotoraks bisa berubah menjadi tension pneumotoraks jika lubang di pleura membesar. Karena itu, dibutuhkan penanganan lebih lanjut untuk menutup lubang pleura tersebut. Secara alami, lubang pleura bisa menutup sendiri. Tapi, ada lubang pleura yang terlalu lebar hingga sulit menutup sendiri, ungkap Henry. Jika hal itu terjadi, pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut berupa operasi.


Sumber Berita : https://www.radarmalang.id/mengenal-pneumotoraks...
Sumber Gambar : http://www.necturajuice.com/wp-content/....
radarmalang.id, 11 November 2017


PDPI Sumatera Utara. 11/11/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan