"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Nebulizer Centre untuk Penanganan Pertama PPOK
 
Link
Free Web Counters
Members
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Mengenal COPD/PPOK

 

Nebulizer Centre untuk Penanganan Pertama PPOK
paru malang
wikihow.com


Saat ini, banyak masyarakat masih tidak mengetahui Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) atau Chronic Obstrutive Pulmonary Disease (COPD). Penyakit ini membuat saluran pernapasan menyempit. Untuk itu, diperlukan nebulizer centre sebagai penanganan pertama penyakit non-infeksius tersebut.

Hal itu disampaikan Prof dr Tamsil Syaifuddin SpP (K) usai seminar PPOK, workshop spirometri, foto toraks dan inhalasi terapi di Klinik Spesialis Bunda, Sabtu (2/12). Ia memperkirakan pada 2020, PPOK menjadi penyakit mematikan nomor tiga di dunia setelah penyakit jantung dan kardiovaskular.

Ia mengatakan, mebulizer centre memang sangat diperlukan untuk penanganan pertama pada pasien. Lalu diberikan obat-obatan.

"Tidak banyak yang tahu PPOK ini, tapi kalau asma, TB banyak. Gejalanya sesak napas, jalan sedikit saja sudah megap," katanya saat peresmian Nebulizer Centre di RSU Permata Bunda di waktu yang bersamaan.

Sedangkan, faktor risikonya bisa karena rokok, asap kendaraan, polusi udara dan lainnya. Indonesia cenderung menderita ini. PPOK berbeda dengan asma dan TB karena bukan penyakit infeksi, PPOK menyebabkan fungsi paru sudah tidak sesuai lagi.

"Hampir setengah kasus di RS itu karena PPOK. Paru-paru tidak mampu dan kuat mengambil oksigen. Orang jadi loyo. Di nebulizer centre ini ada 10 alat nebulizer, lima di IGD, dua di ICU dewasa, dua di ICU anak dan satu di poliklinik paru," sebutnya.

Penyakit ini, sambungnya, memang tidak menular namun jika dibiarkan akan mematikan. Pencegahan bisa dimulai dari lingkungan sehat dan gaya hidup. Selama ini masyarakat menganggap pelayanan kesehatan sepele, jadi kota mencoba meningkatkan dengan fasilitas unggulan nebulzer centre," jelasnya.

Manajer Operasional, Helmy Adiputra SAB MComm berharap dengan adanya fasilitas nebulizer centre dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. "Ini satu-satunya di IGD dan berharap masyarakat dapat terlayani dengan baik," harapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur Medis RSU Permata Bunda, dr Harry Krismanda, Direktur Klinik Spesialis Bunda, dr Abdul Rahman Nasution, pembicara dr Tamam Anugrah Tamsil SpP serta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mardohar Tambunan. Peserta terdiri dari dokter umum.



Sumber Berita : http://harian.analisadaily.com/kota/news/...
Sumber Gambar : https://www.wikihow.com/images/thumb/9/90/Use...
analisadaily.com, 06 Desember 2017


PDPI Malang. 06/12/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan