Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Debu Kapas Bisa Membayakan Paru-Paru
Debu Kapas Bisa Membayakan Paru-Paru
Tanggal: 18/04/17
Topik: Umum


Bissinosis merupakan penyakit paru-paru yang diakibatkan terlalu sering menghirup debu kapas atau debu serat tanaman lain seperti rami.

Debu Kapas Bisa Membayakan Paru-Paru





Pernahkah Anda batuk saat tak sengaja menghirup debu kapas? Batuk bisa saja menjadi reaksi awal saat Anda menghirup kapas. Tapi, jika terlalu sering menghirup debu kapas akibat tuntutan pekerjaan maka bisa jadi Anda mengalami bissinosis.

Bissinosis merupakan penyakit paru-paru yang diakibatkan terlalu sering menghirup debu kapas atau debu serat tanaman lain seperti rami.

Penyebab
Bissinosis umumnya terjadi pada orang-orang yang bekerja dengan kapas yang belum diolah. Pekerja yang mengolah rami juga kemungkinan akan menderita penyakit ini. Pekerja yang rawan mengalami penyakit ini adalah orang yang bekerja membuka karung kapas mentah atau bekerja pada tahap awal pemrosesan kapas. Merokok bisa mengakibatkan risiko terkena penyakit ini.

Gejala
Pada penderita ditemukan beberapa kondisi berikut:
- Batuk
- Mengi
- Dada terasa sesak
- Gejala memburuk pada hari kerja
- Gejala membaik bila penderita jauh dari tempatnya bekerja

Pengobatan
Pengobatan yang terpenting adalah menghilangkan sumber pemaparan dari bahan penyebabnya. Untuk meringankan gejala, biasanya diberikan bronkodilator, baik dalam bentuk hirup (albuterol) maupun tablet (theophylline). Pada kasus yang berat bisa diberikan corticosteroid. Selain itu, menghentikan kebiasaan merokok juga bisa mengurangi risiko penyakit ini. Bila penyakitnya menahun maka perlu diberikan terapi pernapasan berupa drainase postural dan nebulizer. Bila kadar oksigen dalam darah rendah, bisa juga diberikan terapi oksigen.

Pencegahan
Bissinosis bisa dicegah dengan cara mengurangi kadar debu di dalam pabrik pengolahan tekstil melalui perbaikan mesin atau sirkulasi udara.



http://doktersehat.com/awas-debu-kapas-bisa-membayakan-paru-paru/
doktersehat.com, 18 April 2017






Artikel ini diambil dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
http://www.klikpdpi.com

URL (alamat situs web) artikel ini adalah:
http://www.klikpdpi.com/modules.php?name=News&file=article&sid=7810