Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Emfisema Gejala dan Kapan Mencari Dokter
Emfisema Gejala dan Kapan Mencari Dokter
Tanggal: 21/04/17
Topik: Umum


Sesak napas adalah gejala yang paling sering untuk emfisema. Batuk, kadang-kadang disebabkan oleh produksi lendir, dan mengi juga dapat menjadi gejala emfisema. Emfisema biasanya berkembang secara perlahan. Anda mungkin tidak sesak napas secara tiba-tiba.

Emfisema Gejala dan Kapan Mencari Dokter





Sesak napas adalah gejala yang paling sering untuk emfisema. Batuk, kadang-kadang disebabkan oleh produksi lendir, dan mengi juga dapat menjadi gejala emfisema. Anda mungkin merasa bahwa kemampuan Anda untuk olahraga menurun dari waktu ke waktu. Emfisema biasanya berkembang secara perlahan. Anda mungkin tidak sesak napas secara tiba-tiba. Kerusakan berjalan lambat, dan tidak diketahui. Hal ini terutama terjadi jika Anda seorang perokok atau memiliki masalah medis lainnya yang membatasi kemampuan Anda untuk berolahraga.

Salah satu tanda-tanda khas dari emfisema adalah pursed-lipbreathing. Orang dengan emfisema berjuang untuk bernapas, dalam upaya untuk mengosongkan udara yang terjebak di paru. Mereka mengerutkan bibir mereka, hanya menyisakan lubang kecil. Kemudian, ketika mereka menghembuskan napas, bibir memblokir aliran udara, meningkatkan tekanan di saluran napas runtuh, dan kemudian membuka bibirnya ereka, yang memungkinkan udara yang terjebak untuk keluar.

Orang dengan emfisema dapat mengalami barrel chest, di mana jarak dada depan belakang, yang biasanya lebih kecil dari jarak dada sisi kiri ke kanan, menjadi sama. Ini adalah akibat langsung dari udara yang terperangkap karena obstruksi saluran napas.

Kapan mencari perawatan medis
Jika Anda memiliki sesak napas, segera cari dokter umum, dokter penyakit dalam, atau dokter spesialis paru. Sesak napas dapat terjadi karena penyakit lain, penyakit lain tersebut terutama jantung dan penyakit paru-paru lainnya, sehingga sangat penting untuk tidak mengabaikan atau tidak menyepelekan gejala ini. Penurunan bertahap dalam kemampuan untuk berolahraga atau melakukan kegiatan sehari-hari, batuk terus-menerus, dan mengi juga perlu mengunjungi dokter.

Karena merokok adalah suatu faktor risiko berbahaya bagi emfisema, Anda juga dapat menghubungi dokter Anda untuk membantu dengan membuat rencana agar dapat berhenti merokok, bahkan tanpa adanya sesak napas atau gejala lainnya. Dokter bisa memberikan banyak pilihan untuk membantu Anda berhenti merokok. Dukungan dari dokter dapat membuat proses lebih mudah daripada melakukannya sendiri. Banyak penelitian terbaru menunjukkan bahwa sampai 25% dari perokok memiliki PPOK namun mereka tidak menyadarinya.

- Sesak napas harus selalu dianggap serius, terutama jika datang tiba-tiba atau memburuk dalam waktu yang relatif singkat; Situasi ini biasanya dianggap sebagai darurat medis sehingga segera bawa penderita ke unit gawat darurat. Ketidakmampuan untuk berbicara lengkap dalam satu kalimat penuh dapat menjadi tanda sesak napas.
- Tanda-tanda dari bibir, lidah, kuku, atau kulit yang berubah warna menjadi biru harus segera mengunjungi unit gawat darurat rumah sakit. Tanda ini, disebut sianosis, dapat menunjukkan keparahan atau memburuknya kondisi paru-paru Anda.
- Sesak napas yang tidak kunjung membaik atau semakin berat terlepas dari obat yang tersedia di rumah dapat menunjukkan perlunya perawatan gawat darurat.
- Batuk yang baru terjadi atau batuk yang semakin memburuk bisa menjadi tanda infeksi, seperti pneumonia, dan harus segera dibawa ke unit gawat darurat sebuah rumah sakit untuk evaluasi. Peningkatan produksi dahak juga mungkin merupakan tanda infeksi. Infeksi membuat emfisema semakin buruk dan dapat menyebabkan masalah jangka panjang.




http://doktersehat.com/gejala-emfisema-dan-kapan-mencari-dokter/
doktersehat.com, 20 April 2017






Artikel ini diambil dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
http://www.klikpdpi.com

URL (alamat situs web) artikel ini adalah:
http://www.klikpdpi.com/modules.php?name=News&file=article&sid=7814