"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - 4 Cara Cegah ISPA
4 Cara Cegah ISPA
Tanggal: 16/10/17
Topik: Umum


Infeksi Saluran Penapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang umum. Pasalnya, saluran pernapasan jauh lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan bagian tubuh lainnya. Ini membuat bakteri atau virus sangat mudah masuk ke saluran napas saat seseorang bernapas. Penyakit ISPA dipengaruhi perubahan cuaca dan apabila kondisi tubuh tidak fit, akan sangat mudah tertular. Polusi udara juga sangat berpengaruh terhadap penularan ISPA.


4 Cara Cegah ISPA
paru malang
image: res.cloudinary.com


Memasuki musim penghujan, bersiaplah menghadapi penyakit langganan. Selain demam berdarah dengue (DBD), waspadai juga ISPA, terutama bagi anak-anak, yang sangat rentan terhadap penyakit ini.

Infeksi Saluran Penapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang umum. Pasalnya, saluran pernapasan jauh lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan bagian tubuh lainnya. Ini membuat bakteri atau virus sangat mudah masuk ke saluran napas saat seseorang bernapas. Penyakit ISPA dipengaruhi perubahan cuaca dan apabila kondisi tubuh tidak fit, akan sangat mudah tertular. Polusi udara juga sangat berpengaruh terhadap penularan ISPA.

ISPA banyak terjadi pada anak karena sistem pertahanan tubuhnya yang masih rendah, mereka belum membangun kekebalan terhadap banyak virus yang bisa menyebabkan pilek. Di Indonesia, kejadian batuk dan pilek pada balita diperkirakan 3 sampai 6 kali per tahun, yang berarti rata-rata seorang balita mendapat serangan batuk pilek sebanyak 3 sampai 6 kali setahun. ISPA yang berlanjut menjadi pneumonia (radang paru-paru) sering terjadi pada anak, terutama yang kekurangan gizi dan tinggal di lingkungan yang tidak sehat.
Untuk mencegah ISPA, ada langkah-langkah yang harus Anda lakukan, yaitu penghentian penyebaran infeksi dan vaksinasi.

Menghentikan Penyebaran Infeksi
Jika Anda mengembangkan infeksi saluran pernapasan, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran infeksi ke orang lain. Berikut langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus:
-Cuci tangan Anda secara teratur dan menyeluruh, terutama setelah menyentuh hidung atau mulut Anda, dan sebelum mengambil makanan.
-Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu saat bersin dan batuk. Ini akan membantu mencegah tetesan yang mengandung virus dari hidung dan mulut Anda memasuki udara di mana mereka bisa menginfeksi orang lain. Buang dulu tisu bekas, lalu cuci tangan.
-Jangan berbagi cangkir atau peralatan dapur dengan orang lain. Gunakan cangkir, piring dan alat makan Anda sendiri pada waktu makan. Gunakan lagi, setelah dicuci dengan bersih.
-Saat keluar rumah, pakailah masker untuk melindungi diri.

Vaksinasi
Saat ini ada tiga vaksin yang tersedia - dua untuk pneumonia dan satu lagi untuk flu - yang dapat memberikan perlindungan terhadap kedua infeksi saluran pernapasan ini.

-Vaksin konjugasi pneumokokus (PCV)
PCV aman, walaupun sekitar satu dari 10 anak akan mengalami kemerahan dan bengkak di tempat suntikan dan demam ringan. Namun, gejala ini akan berlalu dengan cepat.

-Vaksin polisakarida pneumokokus (PPV)
Mereka yang memiliki kondisi berikut harus divaksinasi dengan PPV23.
-Berusia 65 tahun ke atas
-Juga mereka yang berusia di atas 2 tahun dengan;
-Diabetes mellitus
-Penyakit jantung, pernapasan atau hati yang kronis
-Penyakit ginjal kronis, sindrom nefrotik, transplantasi ginjal
-Mereka dengan limpa yang tidak berfungsi
-Gangguan sistem kekebalan tubuh termasuk kanker
-Orang yang menerima kemoterapi atau perawatan lainnya yang menekan sistem kekebalan tubuh
-Orang dengan infeksi HIV atau AIDS
-Mereka yang telah menerima atau akan menerima transplantasi koklea
Vaksinasi PPV23 tidak direkomendasikan untuk anak-anak dan orang dewasa yang sehat karena mereka berisiko rendah terkena penyakit pneumokokus

-Vaksinasi Flu
Vaksin terhadap flu sangat dianjurkan untuk:
-Orang yang berusia 65 dan lebih,
-Mereka yang memiliki kondisi medis jangka panjang seperti diabetes, penyakit jantung atau paru-paru,
-Orang yang sistem kekebalannya terganggu akibat penyakit atau perawatan
-Wanita hamil (dapat diberikan pada setiap tahap kehamilan),
-Petugas kesehatan
-Mereka yang kontak langsung dengan unggas, unggas air atau babi.

Berhenti merokok
Merokok merusak paru-paru Anda sehingga dapat membuat Anda terinfeksi lebih mudah. Jika Anda merokok, berhenti adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mencegah infeksi saluran pernapasan.

Tingkatkan kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh adalah sistem pertahanan tubuh, yang membantu melindunginya dari penyakit, bakteri dan virus. Anda bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, olahraga teratur, dan jauhi stres.




Sumber Berita : https://meetdoctor.com/article/4-cara-cegah-ispa
Sumber Gambar : https://res.cloudinary.com/vanjunior...
meetdoctor.com, 16 Oktober 2017






Artikel ini diambil dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
http://www.klikpdpi.com

URL (alamat situs web) artikel ini adalah:
http://www.klikpdpi.com/modules.php?name=News&file=article&sid=8113