"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - 5 Nutrisi Penting untuk Menjaga Kesehatan Paru-paru
5 Nutrisi Penting untuk Menjaga Kesehatan Paru-paru
Tanggal: 18/10/17
Topik: Umum


Dalam kondisi rileks, Anda bisa bernapas hingga 30 ribu kali setiap harinya. Penyakit seperti kanker paru, pneumonia, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga asma dapat membatasi kemampuan Anda untuk menghirup oksigen. Oksigen sendiri dibutuhkan oleh setiap sel dan jaringan tubuh untuk berfungsi optimal.


5 Nutrisi Penting untuk Menjaga Kesehatan Paru-paru
paru malang
image: sahabatobat.files.wordpress.com

Dalam kondisi rileks, Anda bisa bernapas hingga 30 ribu kali setiap harinya. Penyakit seperti kanker paru, pneumonia, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga asma dapat membatasi kemampuan Anda untuk menghirup oksigen. Oksigen sendiri dibutuhkan oleh setiap sel dan jaringan tubuh untuk berfungsi optimal. Untuk itu, sama seperti bagian tubuh lainnya, Anda perlu mendapatkan nutrisi dari makanan sehat agar kesehatan paru-paru senantiasa terjaga.
Apa saja nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan paru-paru
Berikut ini adalah daftar nutrisi penting yang dibutuhkan oleh paru-paru, agar Anda dapat bernapas lebih baik.

1. Karotenoid
Karotenoid adalah pigmen yang memberi warna cerah pada wortel, bayam, kangkung, tomat, labu kuning, dan ubi jalar. Karotenoid telah terbukti dapat membantu mengurangi stres oksidatif sehingga mencegah kanker paru-paru, serta memperbaiki kapasitas paru untuk bernapas pada orang-orang yang memiliki asma dan PPOK.
Salah satu anggota keluarga karotenoid, lycopene, dilaporkan dapat mengurangi peradangan pada saluran pernapasan. Studi terdahulu menunjukkan bahwa beta-karoten dalam wortel, yang diubah menjadi vitamin A dalam tubuh, dapat mengurangi kekambuhan asma akibat olahraga.

2. Vitamin C
Vitamin C erat kaitannya dengan nutrisi penangkal flu dan pilek. Namun sebuah studi ulasan terbitan Journal of the Royal Society of Medicine pada tahun 2007 menunjukkan bahwa asupan antioksidan ini juga bermanfaat untuk menjauhkan Anda dari pneumonia, setelah mengkaji lima penelitian berbeda. Bukti dari penelitian eksperimental lainnya menunjukkan bahwa vitamin C penting dalam mencegah perkembangan PPOK serta kemajuan penanganannya.
Selain itu, vitamin C juga dilaporkan dapat mencegah dan mengendalikan gejala asma. Asupan vitamin C selama kehamilan dikaitkan dengan penurunan risiko mengi (napas bunyi ngik-ngik) pada anak usia dini. Manfaat yang sama juga ditemukan pada konsumsi vitamin C selama masa kanak-kanak. Satu studi di Jepang menemukan bahwa kejadian asma ditemukan paling rendah pada anak-anak prasekolah yang mendapat lebih banyak asupan vitamin C harian daripada yang tidak.
Selain jeruk, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin ini dari paprika kuning, pepaya, jambu biji, kiwi, dan mangga. Vitamin C juga terdapat dalam jahe, yang secara alami bersifat menghangatkan untuk membantu mengencerkan dahak.

3. Vitamin E
Vitamin E (α-tocopherol) adalah sumber antioksidan yang bermanfaat untuk membantu memperlambat penuaan. Tapi selain itu, vitamin dilaporkan dapat mengatasi masalah suara mengi sekaligus meningkatkan fungsi paru-paru. Bukti dari studi observasional juga menunjukkan bahwa meningkatkan asupan sumber makanan kaya vitamin E selama hamil dan menyusui dapat mengurangi risiko asma dan suara mengi pada anak-anak.
Selain itu, peningkatan asupan vitamin E telah terbukti dapat mengurangi frekuensi kekambuhan masalah pernapasan pada orang dewasa pengidap PPOK. Risiko perkembangan PPOK juga ditemukan menurun hingga 10% pada wanita yang mengonsumsi suplemen vitamin E 600 IU.
Vitamin E bisa Anda dapatkan dari kacang-kacangan, sayuran hijau, minyak bunga matahari, gandum, dan minuman berbasis susu. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan paru-paru yang paling maksimal dari vitamin E, konsumsilah bersama sumber makanan kaya vitamin C. Vitamin C dan E bekerja sama melawan radikal bebas dalam tubuh.

4. Mineral
Beberapa mineral ditemukan sangat bermanfaat untuk melindungi Anda dari gangguan pernapasan. Pada anak-anak, peningkatan asupan magnesium, kalsium, selenium, dan potasium dari makanan segar dilaporkan menurunkan risiko kejadian asma. Magnesium bisa mengendurkan otot-otot di sekitar bronkus paru, sehingga membuat saluran pernapasan tetap terbuka. Penyempitan bronkus adalah yang memicu serangan asma.
Anda bisa mendapatkan sekelompok mineral penting ini dari sayuran berwarna hijau, kacang dan biji-bijian, gandum, daging sapi dan ayam, ikan, telur, buah-buahan, dan bawang putih. Bawang putih selain mengandung selenium, juga mengandung alisin yang dapat meningkatkan aliran darah ke paru-paru agar Anda dapat bernapas lebih baik.

5. Vitamin B
Meningkatkan asupan makanan kaya asam folat (vitamin B-9) juga dapat membantu melindungi paru-paru Anda dari penyakit paru obstruktif kronik, atau PPOK sebuah istilah yang mencakup berbagai kondisi paru-paru, termasuk emfisema, bronkitis kronis, dan beberapa bentuk asma.
Sebuah studi tentang orang dewasa pemilik PPOK yang diterbitkan di jurnal Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2010 menemukan bahwa gejala sesak napas akibat PPOK terkait dengan rendahnya asupan makanan kaya folat.
Selain itu, vitamin B-6 dikaitkan dengan fungsi paru yang lebih baik secara keseluruhan dan perlindungan terhadap kanker paru. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association pada tahun 2010, risiko kanker paru ditemukan lebih rendah pada sampel darah baik milik perokok dan non-perokok yang meningkatkan asupan makanan tinggi vitamin B-6.
Beberapa makanan sumber vitamin B terbaik adalah salmon, brokoli, bayam, selada, ikan, telur, susu, gandum, dan kacang-kacangan.




Sumber Berita : https://hellosehat.com/hidup-sehat/....
Sumber Gambar : https://sahabatobat.files.wordpress.com/....
hellosehat.com, 18 Oktober 2017






Artikel ini diambil dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
http://www.klikpdpi.com

URL (alamat situs web) artikel ini adalah:
http://www.klikpdpi.com/modules.php?name=News&file=article&sid=8117