"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Terlalu Lama Menonton Televisi Ternyata Berbahaya Bagi Paru-Paru
Terlalu Lama Menonton Televisi Ternyata Berbahaya Bagi Paru-Paru
Tanggal: 14/11/17
Topik: Umum


Cukup banyak orang yang menghabiskan waktu istirahatnya dengan menonton televisi dan duduk bersantai di atas sofa. Meskipun terlihat nyaman untuk dilakukan, American Heart Associaion Circulation menyebutkan bahwa menonton televisi dalam waktu yang lama ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan paru-paru.


Terlalu Lama Menonton Televisi Ternyata Berbahaya Bagi Paru-Paru
paru malang
lampost.co


Cukup banyak orang yang menghabiskan waktu istirahatnya dengan menonton televisi dan duduk bersantai di atas sofa. Meskipun terlihat nyaman untuk dilakukan, American Heart Associaion Circulation menyebutkan bahwa menonton televisi dalam waktu yang lama ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan paru-paru. Seperti apakah dampak buruk tersebut

Menurut pakar kesehatan, kebanyakan menonton televisi akan memicu massalah yang disebut sebagai emboli paru, kondisi dimana ada gumpalan darah yang akan menghambat pembuluh darah dalam paru-paru. Biasanya, gumpalan darah ini berasal dari kaki, panggul, lengan atau thrombosis vena dalam. Yang menjadi masalah adalah, Centers for Disease Control (CDC), Badan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat menyebutkan bahwa di Amerika Serikat, setidaknya ada 200 ribu orang yang terkena emboli paru setiap tahunnya dan sepertiganya bahkan sampai meninggal dunia karenanya.

Gejala dari emboli paru adalah munculnya sesak nafas atau masalah pernafasan lainnya layaknya nyeri dada, batuk-batuk yang bisa saja disertai dengan darah, dan denyut jantung yang tidak teratur. Tak hanya itu, kaki juga bisa mengalami pembengkakan dan disertai dengan rasa nyeri atau hangat. Dalam beberapa kasus, warna kaki juga bisa mengalami perubahan.

Dalam sebuah penelitian yang berjudul Watching Television and Risk of Mortality from Pulmonary Embolism among Japanese Men and Women, terdapat 86.024 orang yang diteliti kebiasaan menonton televisinya. Hasilnya adalah, mereka yang terbiasa menonton televisi hingga lebih dari 2,5 jam dalam sehari lebih beresiko terkena kematian yang disebabkan oleh emboli paru.

Kebiasaan menonton televisi dalam waktu yang lama ternyata bisa memicu terhambatnya aliran darah pada bagian bawah tubuh. Hal ini akan membaut darah berkumpul di pergelangan kaki dan akhirnya memicu pembengkakan hingga varises yang menjadi penggumpalan darah. Gumpalan darah ini bisa terlepas dan melaju kembali ke jantung dan akhirnya masuk ke dalam pembuluh paru-paru. Jika hal ini terjadi, paru-paru bisa mengalami kerusakan dan akhirnya berujung pada gagal jantung yang sangat mematikan.

Melihat adanya fakta ini, setiap orang yang suka menonton televisi atau kurang bergerak sebaiknya kerap berdiri atau meregangkan tubuhnya setiap 15 hingga 20 menit demi mencegah datangnya emboli paru ini.



Sumber Berita : http://doktersehat.com/terlalu-lama-menonton...
Sumber Gambar : http://www.lampost.co/upload/...
doktersehat.com, 14 November 2017






Artikel ini diambil dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
http://www.klikpdpi.com

URL (alamat situs web) artikel ini adalah:
http://www.klikpdpi.com/modules.php?name=News&file=article&sid=8162