"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Alasan Rokok Elektrik Berbahaya Bagi Kesehatan
Alasan Rokok Elektrik Berbahaya Bagi Kesehatan
Tanggal: 17/11/17
Topik: Umum


Rokok elektrik atau vape sering disebut sebagai pengganti rokok konvensional yang lebih aman. Namun, sebuah hasil studi dari University of Carolina menyebutkan bahwa rokok elektrik juga memiliki dampak berbahaya setara dengan rokok konvensional.


Alasan Rokok Elektrik Berbahaya Bagi Kesehatan
 
paru malang
detik.net.id


Rokok elektrik atau vape sering disebut sebagai pengganti rokok konvensional yang lebih aman. Namun, sebuah hasil studi dari University of Carolina menyebutkan bahwa rokok elektrik juga memiliki dampak berbahaya setara dengan rokok konvensional.

Penulis utama dari studi tersebut, Mehmet Kesimer, menyebutkan bahwa vape mampu memicu berbagai penyakit seperti asma, radang paru-paru, lupus, hingga psoriasis.

Dikutip dari berbagai sumber, e-liquid atau cairan yang digunakan rokok elektrik mengandung nikotin, propilen gilikol, gilserin nabati dan berbagai bahan kimia lainnya. E-liquid tersebut, seperti termuat di laporan Drug Abuse, mengalami proses penguapan hingga menjadi aerosol yang nantinya dihisap oleh pengguna.

Kandungan bahan kimia

Beberapa cairan dari rokok elektrik juga memiliki kadar nikel dan kromium yang tinggi. Kedua kandungan tersebut diduga berasal dari kumpulan pemanas nichrome pada atomizer, alat yang mengubah cairan vape menjadi uap.

Bahan berbahaya lain yang terdapat didalam rokok elektrik ialah kadmium tingkat rendah yang menjadi pemicu masalah pernafasan serta berbagai penyakit lainnya. Kandungan tersebut juga dapat ditemukan pada rokok konvensional.

Lebih jauh, uap dari rokok elektrik tersebut mengandung berbagai zat serta bahan kimia beracun, seperti karsinogen. Bahkan, nanopartikel logam berpotensi racun ditengarai berasal dari perangkat rokok elektrik itu sendiri.

Efek buruk nikotin

Di luar itu, yang paling berpengaruh buruk yakni nikotin yang terdapat dalam e-liquid rokok elektrik.

Nikotin yang terdapat dalam e-liquid akan menyerap ke dalam aliran darah ketika seseorang menggunakan rokok elektrik. Nikotin kemudian merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon epinefrin yang bekerja di sistem saraf pusat sehingga meningkatkan tekanan darah, pernafasan, hingga denyut jantung.

Tidak hanya itu, nikotin juga mampu meningkatkan tingkat dopamine di otak sehingga seseorang akan merasa ketagihan untuk terus mengonsumsi nikotin. Dampak berbahaya lain dari nikotin ialah gangguan pada perkembangan bagian otak yang mengendalikan sistem atensi dan pembelajaran.

Selain itu, nikotin juga menjadi penyebab gangguan suasana hati atau mood swings serta kendala dalam mengendalikan kontrol impuls yang mampu membahayakan diri sendri dan orang lain.



Sumber Berita : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/...
Sumber Gambar : https://akcdn.detik.net.id/visual/...
cnnindonesia.com, 17 November 2017






Artikel ini diambil dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
http://www.klikpdpi.com

URL (alamat situs web) artikel ini adalah:
http://www.klikpdpi.com/modules.php?name=News&file=article&sid=8168