"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Sama-Sama Berbahaya, Asap Rokok yang Terhirup atau Menempel di Tubuh Perokok Pasif
Sama-Sama Berbahaya, Asap Rokok yang Terhirup atau Menempel di Tubuh Perokok Pasif
Tanggal: 29/01/18
Topik: Umum


Dampak bahaya kesehatan dari rokok tak hanya dialami oleh para perokok aktif. Mereka yang menjadi perokok pasif juga pasti akan mengalaminya paparan dari asap rokok yang tak sengaja terhirup.

Dampak bahaya kesehatan dari rokok tak hanya dialami oleh para perokok aktif. Mereka yang menjadi perokok pasif juga pasti akan mengalaminya paparan dari asap rokok yang tak sengaja terhirup.

Perokok pasif atau secondhand smoke didefinisikan sebagai kondisi seseorang yang menghirup asap rokok, terutama di lingkungan terbuka. Karenanya, asap rokok juga dikatakan dapat mencemari lingkungan.

Sederhananya, seorang perokok pasif tidak hanya terpapar asapnya langsung. Sisa-sisa asap yang menempel di tubuh atau baju seorang perokok aktif juga bisa berdampak buruk.

Komponen asap tembakau yang melekat di tubuh juga mengandung racun dan sisa-sisa nikotin yang tetap berbau. Bahayanya akan sama seperti menghirup asap rokok secara langsung.

Peneliti dari Universitas Airlangga Surabaya Dr dr Santi Martini, MKes, mengatakan, berbagai studi banyak yang menunjukkan bahaya yang dialami oleh para perokok pasif. Efek sampingnya antara lain bisa pengaruhi sistem pernapasan dan penyakit pembuluh darah (kardiovaskular).


Baca juga : Radang Gusi Tingkatkan Risiko Kanker Paru dan Kanker Usus


"Rokok juga dibuktikan menyebabkan kanker karena mengandung karsinogenik. Gangguan ini juga bisa dialami oleh seorang perokok pasif," kata Dr Santi saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pernah ada penelitian di Jepang oleh Hirayama tahun 1981, dampak dari paparan rokok bisa mempengaruhi anak-anak dan perempuan. Keduanya rentan mengalami risiko kanker paru.

Subyek penelitian yakni para istri berusia 40 tahun atau lebih yang tidak merokok. Tapi suaminya atau orang terdekatnya di rumah merupakan perokok aktif. Lalu, mereka diamati selama 14 tahun, berdasarkan kebiasaan suami yang merokok.

Para suami mampu merokok hingga 20 batang dalam sehari. Risikonya ternyata 2,05 kali lebih tinggi mengalami kanker paru, dibandingkan mereka yang tidak merokok.








Artikel ini diambil dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
http://www.klikpdpi.com

URL (alamat situs web) artikel ini adalah:
http://www.klikpdpi.com/modules.php?name=News&file=article&sid=8293