APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Mengenal Bronkopneumonia, Penyakit Infeksi Paru-Paru yang Berbahaya
PDPI Sulawesi Selatan & Utara, 18 Jul 2021 13:54:29

Apakah beberapa waktu belakangan ini Anda sering mengalami sesak napas? Jika ya, salah satu penyakit yang mungkin menjadi penyebabnya adalah bronkopneumonia.

Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis pneumonia (infeksi paru) yang menyebabkan peradangan di alveoli, kantong udara kecil pada paru-paru. Keadaan ini membuat saluran udara menyempit, sehingga penderitanya kesulitan bernapas.

Penyebab Bronkopneumonia

Bronkopneumonia dapat disebabkan oleh infeksi virus, jamur, maupun bakteri. Di antara ketiganya, bronkopneumonia akibat infeksi bakteri adalah yang paling sering ditemukan.

Faktanya, bakteri penyebab bronkopneumonia dapat menyebar melalui udara yang terkontaminasi oleh droplet penderita yang keluar saat batuk maupun bersin.

Mengutip Healthline, berikut ini adalah beberapa bakteri penyebab bronkopneumonia:

  • Stafilokokus aureus
  • Haemophilus influenzae
  • Pseudomonas aeruginosa
  • Escherichia coli
  • Klebsiella pneumoniae
  • Spesies Proteus

Gejala Bronkopneumonia

Bronkopneumonia memiliki gejala serupa dengan flu, yang dapat kian parah dalam beberapa hari.

“Gejala bronkopneumonia secara umum biasanya meliputi demam, batuk, hingga sesak napas,” kata dr. Valda Garcia.

Selain yang telah disebutkan, gejala bronkopneumonia pada orang dewasa dapat pula meliputi keluhan-keluhan berikut ini:

  • Batuk berlendir
  • Nyeri dada
  • Pernapasan cepat
  • Berkeringat
  • Panas dingin
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Radang selaput dada
  • Nyeri dada akibat batuk berlebihan
  • Kelelahan
  • Kebingungan atau delirium, terutama pada lansia

Sedangkan pada anak-anak dan bayi, bronkopneumonia dapat menunjukkan gejala yang berbeda, berupa:

  • Batuk
  • Jantung berdetak cepat
  • Kadar oksigen darah rendah
  • Retraksi otot dada
  • Gampang marah
  • Nafsu makan menurun
  • Demam
  • Susah tidur

Cara Mengobati Bronkopneumonia

Menurut dr. Valda, bronkopneumonia perlu segera ditangani. Jika tidak dilakukan, akibatnya akan fatal.

“Jika infeksi bakteri—penyebab bronkopneumonia—tidak ditangani dengan baik, dapat mencetuskan gejala sesak napas berat hingga perluasan infeksi,” jelas dr. Valda.

Bagi Anda yang memiliki gejala bronkopneumonia, hal pertama yang harus dilakukan adalah berobat ke dokter. Sebab, hanya dokter yang dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mendiagnosis penyakit tersebut.

Jika Anda divonis mengidap bronkopneumonia, cara mengatasinya harus disesuaikan dengan gejala yang muncul.

  • Perawatan di Rumah untuk Gejala Ringan

Jika tidak mengalami gejala berat, pengidap bronkopneumonia akibat infeksi virus tidak memerlukan perawatan medis.

Kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya, kira-kira dalam dua pekan. Anda pun dapat melakukan perawatan di rumah secara mandiri.

  • Perawatan Medis

Bronkopneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri perlu diobati dengan perawatan medis.

Pada kasus bronkopneumonia akibat infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang mesti dikonsumsi sesuai anjuran sampai habis. Umumnya, antibiotik dapat membuat kondisi Anda lebih baik 3–5 hari berselang.

Sementara itu, jika bronkopneumonia disebabkan oleh infeksi virus atau jamur dan menimbulkan gejala yang cukup mengganggu, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus atau antijamur guna mencegah perburukan kondisi.

  • Perawatan Rumah Sakit

Jangan ragu mengunjungi rumah sakit jika Anda mengalami bronkopneumonia dengan gejala sangat berat.

Selain itu, Anda juga perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit jika memiliki bronkopneumonia dengan salah satu kriteria berikut:

  • Berusia di atas 65 tahun
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit dada
  • Pernapasan tersengal-sengal dan cepat
  • Tekanan darah rendah
  • Mengalami kebingungan
  • Butuh bantuan alat pernapasan
  • Punya penyakit paru-paru kronis

Di rumah sakit, Anda mungkin akan mendapatkan asupan antibiotik dan cairan intravena (IV). Tim medis juga akan memberikan terapi oksigen, khususnya jika saturasi tubuh pasien rendah.

Waspadai bronkopneumonia dengan menerapkan gaya hidup bersih dan sehat mulai saat ini. Jika Anda merasa mengalami gejala penyakit tersebut, jangan tunda untuk segera ke dokter.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018